ENERGI HIJAU ENERGI ALTERNATIF

Energi Hijau Energi Alternatif - Energi merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Engergi selalu dibutuhkan manusia untuk mendukup aktifitasnya. Tidak bisa dipungkiri, bahwa manusia tidak akan mampu untuk menghindarkan diri dari kebutuhan energi. Ironisnya, kesadaran akan kelestarian energi sangat rendah. Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi, dan informasi, kebutuhan energi telah membuat manusi membabibuta dalam mengendalikan penggunaannya. Hal itu diperparah lagi dengan tingkat kebutuhan manusia yang membutuhkan suplai energi besar. Gerak perkembangan jaman tersebut telah menyeret manusia untuk larut dalam kesibukan bekerja. Sehingga perhatian dan kepedulian mengenai perlunya pelestarian energi semakin tipis.

Lantas pertanyaan yang sangat kritis pun mengemuka, “mungkinkah kita melakukan pelestarian energi?” Pelestarian energi hanya mungkin dilakukan dengan membudidayakan energi atau dengan sebuah bahasa yang kini berkembang adalah energy-farming. Membudidayakan energi hanya mungkin dilakukan bilamana kita mampu menciptakan sumber energi selain melakukan exploitasi terhadap sumber daya alam. Pentingnya sajian informasi mengenai sumber energi alternati bagi kehidupan manusia mungkin secara perlahan akan mengubah kesadaran masyarakat untuk tidak selalu bergantung pada sumber-sumber energi terbatas dan tidak terbaharukan.

Karena itulah, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai sumber energi alternatif bagi kehidupan manusia. Membudidayakan energi berarti melakukan suatu bentuk kegiatan atau proses untuk menciptakan energi atau sumber energi dan bukan berorientasi untuk melakukan ekploitasi sumber energi yang jumlahnya terbatas. Berpikir mengenai engergy-farming berarti berpikir tentang sebuah alat yang mampu untuk mengumpulkan, menghasilkan dan menyimpan energi dan alat tersebut merupakan alat yang bisa diperbaharui atau dilestarikan.

Dengan kata lain, berpikir untuk mengumpulkan, menghasilkan, dan menyimpan energi maka arah dan tujuan kita akan tertuju pada salah satu sumber energi yang jumlahnya tak terbatas, yaitu matahari. Tumbuhan hijau mungkin merupakan satu-satunya media yang sangat tepat untuk mengumpulkan, menghasilkan, dan menyimpan energi matahari tersebut, karena tumbuhan hijau mampu mengolah bahan makanan dalam tubuhnya menjadi nutrisi dengan energi matahari. Tumbuhan mengambil bahan mentah berupa air dari tanah dan karbon dioksida dari atmosfer, lalu mengubahnya menjadi oksigen dan gula menggunakan energi sinar matahari untuk memberi tenaga pada proses tersebut. Seluruh bagian dari tumbuh tanaman, baik batang, daun, buah, maupun akar menyimpan energi dalam bentuk energi kimia. Energi tersebut dilepas ketika tanaman dibakar, mati, membusuk, atau dimakan oleh hewan.

Dengan demikian, energi hijau menjadi salah satu sumber energi alternatif yang bisa dilestarikan sehingga kebutuhan energi manusia bisa tercukupi tanpa harus melakukan eksploitasi sumber energi yang jumlahnya terbatas. Dengan orientasi pelestarian energi ini diharapkan generasi penerus kita pada masa mendatang tidak akan berada pada satu titik yang banyak dikatakan sebagi krisis energi.

Sumber Energi Alternatif

Sumber energi hayati sebetulnya telah dimanfaatkan oleh manusia selama ribuan tahun silam. Pemanfaatan energi hijau ini tidak pernah disadari bahwa tumbuhan merupakan salah satu sumber energi yang sangat besar yang bila dikelola dengan baik maka energi yang dihasilkan pun akan mampu mencukupi kebutuhan manusia. Salah satu pemanfaatan sumber energi yang paling klasik adalah pemanfaatan biomassa tumbuhan. Biomassa adalah material atau turunan biologis lainnya yang secara fisik bisa kita lihat sebagai tumbuhan itu sendiri. Pemanfaatan biomassa klasik umumnya dilakukan dengan cara dibakar sehingga terciptalah sebuah energi yang kita kenal dengan nama energi panas. Umur energi hijau ini mungkin lebih tua dari peradaban manusia. Dengan demikan, pemanfaatan energi hijau sebagai sumber energi alternatif sebetulnya bukanlah hal baru. Ketika belum ditemukan bahwa di dalam perut bumi terpendam sumber energi dalam bentuk batu bara, minyak bumi, dan gas, manusia telah mengunakan bahan bakar hayati ini sebagai energi utama dalam kehidupannya. Beberapa tahun silam, ketika belum ditemukan listrik, masyarakat Indonesia telah menggunakan biji jarak pagar sebagai sumbu pada obor untuk penerangan malam hari. Beberapa puluh tahun silam, masyarakat telah mamanfaatkan arang sebagai pemanas untuk menyeterika pakaian. Bahkan untuk menghasilkan energi uap pun manusia telah memanfaatkan biomassa tumbuhan sebagai sumber energi utama. Dengan demikian, pemanfaatan energi hijau sebagai sumber energi alternatif di peradaban modern bukanlah hal yang mustahil atau sekedar omong kosong.

Masih dalam sejarah pemanfaatan energi hijau, tahun 1942-1945, pada masa penjajahan Jepang, dunia menjadi saksi bahwa sebagian besar sumber-sumber minyak bumi di Indonesia dan Cina dibakar oleh pasukan sekutu sebagai sebuah taktik untuk mengurangi pasokan energi bagi balatentara Dai Nippon. Namun, pada waktu itu Jepang tidak kehilangan akal untuk mencukupi kebutuhan energinya. Di Indonesia sendiri pernah ada kewajiban yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang agar rakyat Indonesia menanam Ricinus communis atau yang lebih dikenal dengan nama jarak kepyar. Jarak kepyar tersebut diambil minyaknya untuk dijadikan bahan bakar bagi kendaraaan perang dan pesawat terbang Dai Noppon. Kesulitan pasokan energi pasukan Dai Nippon waktu itu bisa diatasi dengan memanfaatkan sumber energi alternatif dari tumbuhan hijau. Belajar dari kejadian puluhan tahun silam ini, maka bukan hal yang mustahil bahwa pada era peradaban modern ini kita harus mampu untuk menciptakan sumber energi alternatif tersebut.

Aktivitas manusia dalam mencari sumber energi alternatif sudah dilakukan sejak lama. Manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhan energi dalam kehidupannya terutama untuk digunakan sebagai bahan bakar. Inovasi yang dikembangkan oleh Rudolf Diesel, sebagai penemu mesin diesel, menggunakan minyak kacang (Arachis hipogaea) dan minyak ganja (Cannabis sativa) sebagai bahan bakar utama mesil diesel pertama yang ia ciptakan. Seorang penemu dan penggagas mobil Ford, yaitu Herry Ford, pada tahun 1880 telah menggunakan alkohol sebagai bahan bakar mobil hasil invasinya, yang diberi merk Quadricycle. Hingga kini para peneliti terus berusaha mencari bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan bakar yang berasal dari fosil. Penelitian terus berlangsung dan dilakukan di semua wilayah, baik pegunungan hingga ke lautan. Namun, beberapa kegiatan penelitian ini justru melakukannya di lingkungan sekitarnya. Sawah, ladang, dan hutan, sumber dari biomass bahan-bahan organik, yang kini dikenal sebagai energi hijau. Berkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, energi hijau kini telah menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhuan energi dalam kehidupan manusia, baik sebagai energi panas, sumber bahan bakar, hingga pembangkit listrik. Energi hijau inilah yang kini dikenal dengan istilah bioenergi

Ya, semua pihak barangkali akan sepakat jika mengatakan energi hijau ini sebagai energi masa depan. Selain energi tersebut bisa diperbaharui, energi yang berasal dari tumbuhan ini juga bersifat ramah lingkungan. Oleh karena bahan baku utama energi ini dari tumbuhan hijau yang berasal dari hasil bumi, baik tanaman pertanian, perikanan, perkebuanan, limbah peternakan, bahkan sampah organik rumah tangga, maka energi hijau disebut juga sebagai BBM nabati. BBM ini tidak akan habis dengan penggunaan yang berlangsung terus-menerus karena bahan baku yang berupa tumbuhan hijau bisa diperbaharui atau diadakan kembali dengan cara dibudidayakan. Oleh karena itulah, sepanjang energi matahari masil bisa memberikan manfaat bagi kehidupan di bumi dan manusia tetap membudidayakannya, maka sumber dari energi alternatif ini tidak akan pernah habis.

Berbagai macam bentuk dari sumber energi alternatif ini dapat diambilkan dari limbah peternakan, sisa-sisa atau limbah panen padi, sekam padi, sampah rumah tangga, serabut kelapa, kotoran ternah, bahkan kini sudah dibudidayakan tanaman khusus untuk menghasilkan energi alternatif, seperti willow coppie dan miscanthus (semacam rerumputan seperti bambu). Tanaman tersebut menjadi sumber energi alternatif yang cukup mudah diperoleh karena dapat tubuh dengan cepat sehingga masa budidayanya bisa dipercepat. Selain itu, penanaman ini bisa menjadi habitat baru untuk perlindungan binatang atau suaka marga satwa.

Bukankah negara kita, Indonesia, yang notabenenya sebagai negara agraris, memiliki potensi yang sangat besar untuk menghasilkan sumber energi alternatif tersebut? Menurut data Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (2001), potensinya mencapai pemanfaatan energi alternarif dapat mencapai 311.232 MW. Namun, pemanfaatan sumber energi alternatif tersebut masih sangat rendah, yaitu kurang dari 20%. Rendahnya pemanfaatan sumber energi alternatif di Indonesia disebabkan karena kesadaran untuk beralih menggunakan energi yang bisa diperbarui ini masih kurang. Masyarakat masih terlena dengan harga BBM subsidi yang lebih murah. Mungkin, untuk jangka waktu beberapa tahun ke depan jika teknologi penghasil energi alternatif ini semakin efisien, maka pemanfaatan energi alternatif akan mengalami peningkatan. Sumber lain energi terbarukan yang tersedia di Indonesia sebenarnya cukup banyak, diantaranya adalah, tenaga air (hydro), tenaga panas bumi, energi cahaya, energi angin dan biomassa. Dari semua itu, potensi energi terbarukan dari biomassa masih sangat diabaikan.

Pemanfaatan Energi Alternatif

Ada tiga macam cara yang biasa digunakan untuk memanfaatkan biomassa tumbuhan hijau sebagai energi alternatif, diantaranya adalah:

Pertama, pembakaran langsung (direct combustion) dalam bentuk pemanfaatan panas. Pemanfaatan panas biomassa dikenal sejak dulu, seperti pemanfaatan kayu bakar. Pemanfaatan yang cukup besar umumnya untuk menghasilkan uap pada pembangkitan listrik atau proses manufaktur. Dalam sistem pembangkit, kerja turbin biasanya memanfaatkan ekspansi uap bertekanan dan bertemperatur tinggi untuk menggerakkan generator. Pada industri kayu dan kertas, serpihan kayu terkadang langsung dimasukkan ke boiler agar menghasilkan uap untuk proses manufaktur atau menghangatkan ruangan. Beberapa sistem pembangkit berbahan bakar batu bara menggunakan biomassa sebagai sumber energi tambahan dalam boiler efisiensi tinggi untuk mengurangi emisi. Yang paling penting, ketika dibakar, bahan bakar bio tidak menghasilkan karbon dioksida yang lebih besar jika dibiarkan meluruh secara alami sehingga penggunaannya tidak memberikan sumbangan bersih pada pemanasan global atau efek rumah kaca.

Kedua, pemanfaatan biomassa untuk menghasilkan gas metana. Teknologi untuk mengubah biomassa menjadi gas metana yang banyak dikenal adalah digester biogas. Teknologi ini bertujuan untuk memanfaatkan gas metana hasil fermentasi biomassa sebagai sumber energi panas. Pemanfaatan gas metana dengan teknologi yang lebih maju dilakukan dengan sistem gasifikasi menggunakan temperatur tinggi. Melalui teknologi tersebut, biomassa dari tumbuhan hijau diubah menjadi gas hidrogen, CO, dan metana.

Ketiga, konversi menjadi bahan bakar cair. Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa pemanfaatan bahan bakar hayati yang sedang naik daun saat ini adalah bioetanol dan biodiesel. Kedua bahan bakar bio tersebu sedang gencar dipropagandakan oleh pemerintah sebagai energi alternatif bagi kendaraan. Bioetanol merupakan alkohol yang dibuat melalui proses fermentasi biomassa tumbuhan hijau menggunakan bantuan mikroba dekomposer. Agar hasil yang diperoleh memiliki kualitas yang baik, maka bahan tumbuhan hayati yang digunakan dalam proses fermentasi adalah bahan-bahan alami yang memiliki kandungan pati tinggi, seperti singkong biji sorgum, gandum, sagu, biji jagung, beras, dan kentang; bahan-bahan yang mengandung kadar gula tinggi seperti molases (tetes tebu), nira tebu, nira kelapa, batang sorgum manis, nira aren (enau), nira nipah, nira gewang, dan nira lontar; dan bahan-bahan yang memiliki selulosa, misalnya limbah pertanian berupa jerami padi, ampas tebu, janggel (tongkol) jagung, onggok (limbah tapioka), batang pisang, atau serbuk gergaji (grajen), limbah logging, dan lain-lain. Bioetanol merupakan sumber energi alternatif yang paling sering digunakan sebagai aditif bahan bakar terutama untuk mengurangi emisi karbon monoksida (CO) dan asap lainnya dari kendaraan. Sedangkan biodiesel adalah ester yang dibuat dengan memanfaatkan minyak tanaman, lemak binatang, ganggang, atau bahkan minyak goreng bekas. Biodiesel dapat juga digunakan sebagai aditif bahan bakar diesel untuk mengurangi emisi kendaraan yang berbahan diesel atau dalam bentuk murninya sebagai bahan bakar kendaraan pengganti diesel.
More aboutENERGI HIJAU ENERGI ALTERNATIF

STEK TANAMAN

Stek tanaman merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman menggunakan teknik perbanyakan vegetatif dengan cara menanam bagian tanaman tertentu yang mampu membentuk akar dengan cepat. Bagian tanaman yang biasa digunakan untuk perbanyakan dengan cara stek ini adalah batang atau cabang, akar, dan anakan. Contoh tanaman yang biasa diperbanyak menggunakan teknik stek tanaman adalah ketela pohon.

Stek tanaman yang dilakukan pada tanaman berumur panjang atau tanaman menahun sebaiknya diambilkan dari pohon induk yang telah berbuah sebanyak 2-3 musim secara beturut-turut, sehingga bibit yang dihasilkan akan lebih berkualitas. Cabang atau batang yang digunakan paling tidak telah mencapai umur 1-3 tahun. Cabang atau batang yang telah berumur 1-3 tahun dapat amati dengan warna kulit yang sudah kecokelatan, dan minimal berukuran sebesar pensil. Bibit stek akan mudah mati jika cabang yang digunakan terlalu kecil atau berasal dari tunas air. Kalaupun bibit stek tersebut bisa tumbuh, maka tanaman yang dihasilkan akan rapuh atau mudah roboh dan masa berbuah pun akan cukup lama. Sebaliknya jika menggunakan cabang atau batang yang terlalu tua, maka bibit stek yang ditanam akan terlalu lama menghasilkan akar, sehingga besar kemungkinan tanaman akan mudah kering dan mati.

Selain umur, hal yang harus diperhatikan saat memilih cabang yang akan digunakan sebagai bibit stek adalah cabang tersebut harus memiliki mata tunas yang sehat dengan pertumbuhan yang sempurna. Jika cabang tersebut tidak memiliki mata tunas yang sehat, maka bibit stek yang ditanam akan mengalami keterlambatan pertumbuhan, atau pertumbuhannya merana, bahkan kadang-kadang bibit tersebut tidak tumbuh sama sekali.

Penggunaan pohon induk yang telah berbuah 2-3 musim berturut-turut bertujuan untuk memastikan bahwa pohon induk tersebut merupakan tanaman yang produktif dengan kualitas buah yang baik. Dengan demikian, jika pohon induk tersebut merupakan tanaman unggul maka dapat dipastikan bahwa bibit yang dihasilkan akan memiliki sifat yang sama dengan pohon induk tersebut.

Keuntungan melakukan perbanyakan tanaman dengan teknik stek ini dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Selain itu, sifat-sifat unggul dari pohon induk yang digunakan juga dapat diturunkan pada tanaman baru yang dihasilkan. Buah yang dihasilkan juga memiliki mutu atau kualitas yang serupa dengan pohon induknya.

Namun, tidak semua tanaman dapat diperbanyak dengan menggunakan teknik stek tanaman. Untuk tanaman buah-buahan yang bisa diperbanyak dengan teknik stek sangat terbatas, beberapa diantaranya adalah anggur, arbei, delima, jeruk manis, jambu air, jambu mete. mangga, dan salak. Jambu sukun, jambu biji, dan kesemek bisa diperbanyak dengan menggunakan teknik stek akar. Sementara untuk pohan salak perbanyakan tanaman bisa dilakukan dengan teknik stek tunas.

Stek Batang

Pada dasarnya, teknik stek tanaman dari ketiga bagian tanaman yang digunakan, yaitu stek batang, stek akar, dan stek anakan atau tunas, hanya stek batang yang paling sulit untuk dilakukan, terutama untuk tanaman yang berkayu.

Berdasarkan jenis batang yang digunakan, teknik melakukan stek batang dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu stek lunak, stek setengah lunak, dan stek keras. Ketiga jenis teknik stek batang tersebut dapat dibedakan antara lain:
  1. Stek lunak merupakan teknik stek batang dengan menggunakan ranting atau bagian cabang tanaman yang masih muda.
  2. Stek setengah lunak merupakan teknik stek batang dengan menggunakan ranting atau bagian cabang tanaman yang sudah mulai menua, ditandai dengan warna kulit yang sudah mulai kecokelatan, dan pertumbuhannya sudah terhenti.
  3. Stek keras adalah merupakan teknik stek batang dengan menggunakan ranting atau bagian cabang tanaman yang sudah berumur tak kurang dari satu tahun, berukuran sebesar pensil dan masih masih memiliki daun.
Ketiga jenis teknik stek batang tersebut dapat dilakukan dengan beberapa langkah yang harus dikerjakan, antara lain:
  1. Langkah pertama sebelum melakukan stek batang adalah mempersiapkan media. Media yang digunakan adalah kompos halu dan pasir dengan perbandingan 1:1. Dapat juga menggunakan media yang berupa campuran dari sebuk gergaji dan kompos dengan perbandingan 1:1.
  2. Media dicampur hingga rata kemudian ditempatkan pada pot atau bak yang telah diberi lubang air dengan ketinggian tidak kurang dari 10 cm.
  3. Media yang telah dimasukkan dalam pot atau bak kemudian disiram dengan air secukupnya.
  4. Untuk melakukan teknik stek lunak dan stek setengah lunak, dilakukan pada ranting atau cabang tanaman yang berdiameter 0,5 cm kemudian dipotong sepanjang 10-13 cm di bawah tangkai daun yang terbawah. Buang daun bagian bawah, kurang lebih setengah dari jumlah seluruh daun.
  5. Untuk melakukan teknik stek keras, lakukan pemotongan pada ranting atau cabang tanaman sepanjang 20 cm. Bagian atas ranting atau cabang tanaman tersebut dipotong pada bagian setengah lunak. Sementara itu, potongan pada bagian bawah dilakukan sepanjang 20 cm dari potongan bagian atas. Sisakan paling sedikit tiga helai daun pada bagian atas, sementara daun yang lebar dipotong setengahnya.
  6. Untuk mempercepat pertumbuhan akar, oleskan zat perangsang tumbuh (ZPT) dalam bentuk tepung atau cairan pada 2-3 cm pangkal stek.
  7. Masukkan atau tanam pangkal stek tersebut ke dalam media yang telah disiapkan.
  8. Bibit stek yang sudah ditanam disemprot air menggunakan sprayer kemudian ditutup dengan plastik yang tembus sinar atau paranet.
  9. Letakkan bibit stek tersebut di tempat yang teduh atau tidak terkena sinar matahari langsung.
  10. Bila dalam waktu 1 minggu daun pucuknya masih segar, kemungkinan besar stek berhasil dan sudah berakar.
  11. Umur bibit stek hingga dapat dipindahtanamkan bergantung pada jenis tanamannya, pada umumnya pada pindah tanaman dapat dilakukan setelah bibit berumur satu bulan. Selain jenis tanaman, teknik stek keras biasanya juga lebih lama untuk dapat dilakukan pindah tanam.
  12. Bibit stek yang sudah siap pindah tanam dipindahkan ke dalam pot individu dan dibiarkan tumbuh hingga cukup besar hingga dapat dipindah tanam ke lahan. Usahakan untuk selalu menjaga media tanam bibit stek agar tidak mengalami kekeringan. Namun, untuk menjaga kelembaban tersebut, penyiraman yang dilakukan jangan sampai berlebihan.
More aboutSTEK TANAMAN

CARA MENGAWETKAN DAGING

DAGING

Daging merupakan bagian tubuh dari hewan yang bersifat lunak, melekat pada tulang dan dibungkus oleh lapisan luar yang dinamakan kulit. Daging tersusun oleh sebagian besar jaringan otot, tulang rawan, urat serta biasanya dilekati oleh lemak terutama pada hewan-hewan yang bertubuh gemuk. .

Sebagai komoditas dagang, sebutan daging bisanya ditujukan untuk daging yang berasal dari hewan besar (mamalia dan reptil) saja. Daging semacam ini disebut pula "daging merah", dan diperdagangkan dalam bentuk potongan-potongan. Meskipun memiliki otot (dan daging), ikan (termasuk pula amfibi), hasil laut, dan unggas bukanlah termasuk komoditas daging, karena diperdagangkan secara utuh. Daging dari hewan-hewan terakhir ini disebut pula "daging putih".

Produk olahan daging dapat diperoleh di pasaran dengan berbagai ragam jenis, bentuk, dan variasi. abon, daging kuring, sosis, dendeng, dan kornetbif merupakan beberapa contoh produk olahan daging. Ketersediaan dan keanekaragaman produk daging di tanah air sudah tidak perlu diragukan lagi.

Abon merupakan hasil olahan daging yang berbentuk gumpalan-gumpalan serat daging yang halus dan kering. Produk ini diperoleh dari penggorengan daging cincang yang telah ditambah dengan bumbu-bumbu.

Daging kuring merupakan istilah yang ditujukan untuk daging yang telah mengalami perlakuan penggaraman. Penggaraman daging ini tidak dilakukan menggunakan garam dapur (NaCl), tetapi menggunakan garal salpeter.

Sosis merupakan produk daging olahan berupa campuran daging giling dengan bumbu-bumbu lain serta lemak. Umumnya lemak yang digunakan adalah lemak sapi.

Dendeng merupakan produk olahan daging kering khas Indonesia yang dihasilkan dari proses kombinasi antara kuring dan pengeringan.

Kornetbif merupakan produk olahan daging daging sapi yang telah mengalami proses kuring dengan bumbu-bumbu, sodium nitrit (NaNo₂), kentang, dan kaldu.

A. Penyebab Kerusakan Daging

Daging merupakan komoditas yang cepat mengalami kerusakan. Kerusakan ini terutama disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme. Daging memang merupakan media yang ideal bagi perkembangbiakan mikroorganisme (baik mikroorganisme perusak maupun pembusuk). Hal ini disebabkan kadar air daging yang sangat tinggi (68-75%), kaya akan zat yang mengandung nitrogen, mengandung sejumlah zat yang dapat difermentasikan, kaya akan mineral, dan mempunyai pH yang menguntungkan bagi pertumbuhan mikroorganisme (5,3-6,5).

Cepat atau lambatnya daging mengalami kerusakan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti suhu daging, suhu lingkungan, kadar air, kelembapan, jumlah oksigen, tingkat pH, dan kandungan gizinya.

B. Pendinginan dan Pembekuan Daging

Daging temak dan unggas segar akan bertahan selama 1-2 hari jika disimpan pada suhu sekitar 21,1° C. Jika disimpan pada suhu ruang (27° C) maka produk tersebut dalam waktu 1-2 hari, dapat dipastikan tidak layak konsumsi lagi akibat kerusakan bahan.

Pendinginan dan pembekuan merupakan suatu proses untuk memperpanjang masa simpan dari bahan pangan yang kini umum dilakukan dalam rumah tangga. Dulu pendinginan dapat dilakukan dengan menggunakan es yang diletakkan di sekitar bahan pangan dalam ruangan yang kedap udara. Sekarang, pendinginan banyak dilakukan dalam refrigerator. Bila ingin menyimpan daging lebih lama, daging dapat dibekukan dalam freezer.

Pendinginan terjadi pada suhu 0° C sampai 5° C. Daya awet pendinginan biasanya 4 hari sejak pembelian daging. Ini merupakan waktu yang biasanya diperlukan daging untuk mencapai suhu 5° C atau kurang. Jadi, daging yang didinginkan harus sudah diolah dalam waktu 3-4 hari sejak pembelian. Khusus daging giling harus sudah diolah dalam waktu satu hari kecuali langsung dibekukan pada suhu pembekuan -80° C. Hal ini karena pengilingan menyebabkan lebih banyak bakteri tersangkut di dalamnya.

Pembekuan merupakan cara sempurna untuk mengawetkan daging. Pembekuan dapat mempertahankan kualitas dan sifat-sifat organoleptik, termasuk nilai gizinya dalam jangka waktu tertentu. Pembekuan biasanya dilakukan pada suhu -12° C sampai dengan suhu -28° C. Masa simpan daging beku bervariasi tergantung suhu dan jenis ternak. Daging unggas sesudah dibersihkan harus segera dibekukan karena dengan pendinginan saja daging hanya dapat bertahan beberapa jam.

Daging sapi yang disimpan dalam suhu -12°C bisa bertahan selama 4 bulan; -18°C bisa bertahan selama 6 bulan; -23°C bisa bertahan selama 12 bulan; -28°C bisa bertahan selama lebih dari 12 bulan.

Daging domba muda yang disimpan dalam suhu -12°C bisa bertahan selama 5 bulan; -18°C bisa bertahan selama 6 bulan; -23°C bisa bertahan selama 12 bulan; -28°C bisa bertahan selama lebih dari 12 bulan.

Daging anak sapi yang disimpan dalam suhu -12°C bisa bertahan selama 3 bulan; -18°C bisa bertahan selama 4 bulan; -23°C bisa bertahan selama 8 bulan; -28°C bisa bertahan selama 12 bulan.

Daging babi yang disimpan dalam suhu -12°C bisa bertahan selama 2 bulan; -18°C bisa bertahan selama 4 bulan; -23°C bisa bertahan selama 8 bulan; -28°C bisa bertahan selama 10 bulan.

Bila ingin mendinginkan atau membekukan daging, beberapa hal di bawah ini sebaiknya diperhatikan.
  1. Daging yang baru dibeli segera dibersihkan (lebih baik dengan air matang hangat).
  2. Untuk memudahkan saat mengolah, kelompokkan daging sesuai tujuan pengolahan.
  3. Tiriskan daging untuk mengurangi kadar air.
  4. Bungkus rapat daging dalam kantong-kantong plastik dan masukkan ke dalam refrigerator. Pembungkusan bertujuan untuk menghindari kontak langsung dengan udara di sekitamya.
  5. Bila akan disimpan untuk waktu lebih dari 3 hari maka pindahkan daging dari refrigerator ke dalam freezer. Bila tidak, sebaiknya daging langsung diolah.
  6. Untuk daging yang dibekukan saat akan dimasak, keluarkan dari freezer dan segarkan kembali (thawing). Mula-mula penyegaran dilakukan dalam lemari pendingin, kemudian dilanjutkan di bawah air dingin yang mengalir atau direndam air hangat beberapa jam sebelum dimasak.

Hal-hal yang harus diingat saat menangani daging beku.

  1. Saat memindahkan ke dalam refrigerator atau di bawah air untuk penyegaran kembali, daging harus tetap berada di dalam plastik yang tertutup rapat.
  2. Daging harus disegarkan dengan air secara merata agar panas yang diterima mencapai seluruh permukaan daging untuk meminimalkan aktivitas bakteri.
  3. Jangan membekukan kembali daging yang sudah disegarkan karena memudahkan tumbuhnya kembali mikroba sehingga daging menjadi mudah busuk.
  4. Masaklah segera daging yang telah disegarkan.

C. Kerusakan Daging Dingin atau Daging Beku

Pendinginan atau pembekuan bukan untuk menjadikan kualitas daging menjadi lebih baik, apalagi jika keadaan sebelum didinginkan atau dibekukan sudah tidak baik. Kedua perlakuan tersebut hanya menghambat kerusakan pada daging yang akan terjadi selanjutnya.

Kerusakan daging berupa busuk tulang, yang ditandai dengan bau busuk dan cita rasa seperti gas busuk pada tulang, maka karkas harus segera didinginkan. Jika ditemukan kerusakan daging berupa bercak-bercak berwarna, yang ditandai dengan bercak berwarna kuning, biru, kehijauan, hitam kecoklatan, atau ungu yang terdapat pada permukaan daging, maka harus dipastikan kebersihan daging tersebut sebelum dilakukan pendinginan. Selain itu, bila daging ditumbuhi oleh cendawan, yaitu ditandai dengan adanya benang cendawan berwarna abu-abu sampai hitam, maka harus dilakukan pemotongan pada bagian tersebut sedalam pertumbuhan cendawan, dan pastikan agar permukaan daging bebas dari air. Atau jika daging mengeluarkan lendir pada permukaan yang sering disertai keluarnya gelembung-gelembung kecil dan bau atau cita rasa busuk, maka daging harus segera didinginkan pada susu di bawah 2°C.

D. Pengawetan Daging Dengan Cara Lain

Selain dengan pendinginan dan pembekuan, daging dapat diawetkan dengan pemanasan atau pengeringan. Syarat-syarat dan hal-hal yang perlu diperhatikan dapat adalah:
  1. Jika menggunakan metode pemanasan, maka penyimpanan daging dilakukan dengan pemanasan sedang yaitu dalam suhu 57-75 °C atau dapat juga dengan pemanasan dalam suhu tinggi >100°C. Masa simpan daging yang diawetkan dengan metode ini selama 1-2 hari. Pemanasan sedang bertujuan untuk membunuh atau membuat tidak aktif mikroorganisme perusak. Jika pemanasan yang dilakukan terlalu tinggi atau melebihi suhu tersebut di atas, maka akan menyebabkan nilai gizi daging berkurang.
  2. Jika menggunakan metode pengawetan daging dengan pengeringan, penyimpanan dilakukan dengan menggunakan udara panas. Cara ini tidak dianjurkan untuk daging mentah atau potongan daging masak yang cukup besar. Produk olahan daging yang diawetkan menggunakan cara ini adalah dendeng. Masa simpan dendeng bisa mencapai 6 bulan. Pengeringan yang dilakukan dalam suhu >60°C menyebabkan daya serap air daging kering menjadi berkurang. Selain itu lemak daging juga dapat mengalami ketengikan.
More aboutCARA MENGAWETKAN DAGING

TEKNIK DAN CARA BUDIDAYA JAMUR KUPING

Budidaya Jamur Kuping - Jamur merupakan makanan yang telah lama dikenal oleh manusia. Bahkan semenjak abada ke XIV, saat dinasti Ming berkuasa di daerah China, jamur telah menjadi menu spesial bagai pejabat negara tersebut. Cita rasa jamur yang lezat ini kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia dengan adanya perdagangan antarnegara dan antarbenua. Hingga kini, jamur pun menjadi suatu menu makanan favorit dan bergengsi di restoran-restoran terkemuka.

Budidaya jamur kuping merupakan salah satu alternatif bisnis yang memiliki prospek dan peluang cukup bagus untuk dikembangkan. Selain dapat dikerjakan sebagai usaha kecil maupun usaha besar, kegiatan budidaya jamur juga dapat dilakukan sebagai usaha sampingan yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan ruangan dalam rumah. Beberapa negara yang sudah cukup maju dalam mengembangkan agribisnis budidaya jamur kuping antara alain China, Prancis, Spanyol, Belgia, Belanda, dan Tahiland. Negara-negara tersebut dikenal sebagai negara produsen jamur terbesar di dunia.

Budidaya Jamur Kuping

Kegiatan budidaya jamur kuping dapat dilakukan dengan teknik yang sangat sederhana. Orientasi kegiatan ini adalah menciptakan dan menjaga agar lingkungan budidaya sesuai dengan syarat tumbuh jamur kuping. Ringkasan dari kegiatan yang dilakukan dalam budidaya jamur kuping adalah pembuatan rumah jamur atau kumbung, perawatan miselium dan tubuh buah jamur agar tetap dalam kondisi optimal, serta pengendalian hama dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kerugian dalam budidaya. Langkah terakhir dari kegiatan ini adalah pemanenan.

Untuk pengadaan bibit jamur kuping bisa dilihat di :

Pembiakan Bibit Jamur Kuping Tahap Pertama

Pembiakan Bibit Jamur Kuping Tahap Kedua

Pembiakan Bibit Jamur Kuping Tahap Ketiga


Pembuatan atau Rehabilitasi Kumbung Atau Rumah Jamur

Pembuatan rumah jamur atau kumbung dapat dilakukan dengan sederhana sehingga biaya pembuatannya juga lebih murah. Kerangka kumbung dapat dibuat dari kayu atau bambu, sedangkan atap kumbung dari anyaman bambu, jerami padi, atau rumbia. Ukuran kumbung disesuaikan dengan luas dan bentuk lahan. Tiang dibuat dari bambu atau kayu yang sudah tua agar lebih awet dan tahan lama. Sementara itu, atap kumbung dibuat melengkung seperti atap pada gerbong kereta api. Jika menggunakan bahan-bahan di atas, maka bahan tersebut perlu ditata sedemikian rupa untuk menghindari kebocoran saat musim hujan. Bila perlu, bagian bawah atap tersebut diberi alas dari plastik. Atap dan dinding rumah jamur ditutup rapat dan dibuat kokoh. Dinding dibuat dua lapis, pada lapisan bawah, kurang lebih setinggi satu meter, dibuat dari anyaman bambu dan dilapisi plastik bening atau transparan. Sedangkan pada lapisan atas dinding dibuat dari anyaman bambu tanpa dilapisi plastik bening. Jika kelembaban dalam ruangan terlalu rendah dan suhu tinggi, maka seluruh lapisan dinding ditutup atau dilapisi dengan plastik transparan.

Bagian atas dinding kumbung perlu dibuatkan ventilasi selebar 40 cm dan panjang meyesuaikan dinding kumbung, yang digunakan sebagai tempat keluar masuk udara. Sementara itu, pada lapisan dinding bagian bawah perlu dibuatkan lubang ventilasi khusus, seperti jendela, yang dapat dibuka dan ditutup kembali. Untuk mencegah masuknya binatang liar, maka ventilasi udara tersebut harus ditutup degan kasa. Rumah jamur atau kumbung dibuat dengan sekurang-kurangnya satu pintu utama yang digunakan sebagai tempat keluar masuk kumbung.

Kumbung dilengkapi dengan rak-rak atau pera-para yang digunakan sebagai tempat untuk meletakkan baglog. Para-para tersebut dibuat secara berjajar dan berlapis. Ukuran rak disesuaikan dengan ukuran polibag tempat bibit jamur yang akan dibudidayakan. Biasanya, rak dibuat dengan lebar 20 cm dan tinggi lapisan rak 30 cm. Dalam ruangan kumbung tersebut terdapat beberapa unit rak yang terpisah oleh jalan. Jarak antar unit rak kurang lebih satu meter untuk memudahkan pemeliharaan.

Pada setiap unit rak, lapisan rak paling bawah dibuat dengan jarak 30 cm di atas permukaan tanah atau lantai dasar. Pengaturan jarak ini dibuat dengan tujuan untuk memperlancar sirkulasi udara bagaian bawah dan mengantisipasi agar tubuh buah jamur yang telah tumbuh tidak terkontaminasi oleh kotoran pada lantai. Selain itu, ruangan dalam kumbung juga tidak sepenuhnya digunakan untuk penyusunan unit rak. Paling tidak 20% dari luas ruangan digunakan sebagai tempat inkubasi.

Rumah jamur sederhana tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu dua tahun, kurang lebih sekitar empat kali perioder penanaman. Artinya, umur ekonomis atau umur produktif kumbung hanya berlangsung selama dua tahun dan investasi yang dikeluarkan untuk membangun rumah jamur harus bisa kembali dalam jangka waktu dua tahun.

Perawatan Miselium dan Tubuh Buah Jamur Kuping

Bibit jamur (miselium) dari hasil pembibitan tahap keempat yang diperoleh dari pembelian atau produksi sendiri dapat dimasukkan ke dalam rumah jamur yang semua perlengkapannya telah disiapkan. Letakkan polibag bibit jamur tersebut pada lantai inkubasi yang telah disiapkan, yaitu lantai yang tidak di pasangi unit rak. Posisi peletakan polybag tersebut harus vertikal dengan cara meletakkan bagian polibag yang tidak ada kapas penyumbatnya berada di posisi bawah, sedangkan bagian polibag yang ada kapas penyumbatnya berada di atas.

Bibit jamur yang telah disiapkan dibiarkan berada pada lantai inkubasi selama 1,5 bulan atau hingga miselium tumbuh sempurna. Jika masa inkubasi ini berjalan normal, maka dalam kurun waktu 1,5 bulan miselium jamur akan menutupi paling tidak 70% parmukaan dan pori-pori media tumbuh.

Miselium jamur yang sudah menutupi 70% permukaan media tersebut segera dipindahkan pada unit rak tempat budidaya. Letakkan polybag atau baglog jamur tersebut dalam posisi miring dimana sisi baglog yang ada kapas penutupnya barada pada posisi luar menghadap ke arah jalan antar unit rak, sedangkan sisi bawah baglog atau sisi yang rapat berada dalam posisi saling bersinggungan satu sama lain. Penyusunan dibuat dua lapis pada setiap lapis rak. Baglog yang selama masa inkubasi tidak tumbuh miselium jamurnya segera dibuang, dikeluarkan dari kumbung, agar tidak mencemari baglog yang tumbuh baik.

Monitoring pada baglog atau polybag jamur yang telah diletakkan pada unit rak harus dilakukan dengan rutin. Jika menjumpai miselium dalam baglog tidak tumbuh baik, maka baglog tersebut harus segera disingkirkan dari dalam kumbung. Tempat kosong bekas polybag yang telah dibuang bisa diisi dengan polybag atau baglog lain atau jika cadangan baglog sudah tidak ada maka bisa dibiarkan dalam posisi kosong.

Penumbuhan tubuh jamur kuping dilakukan saat 75% permukaan media tumbuh telah tertutup oleh miselium jamur kuping. Penumbuhan dilakukan dengan cara merobek plastik baglog pada bagian lengkung yang berada di dekat ujung baglog. Tipe sobekan bisa berbentuk segiempat yang berukuran 1x1 cm atau berbentuk huruf L. Jika robekan berbentuk huruf L, maka sudut siku-siku yang terbuka menghadap ke arah ujung baglog. Namun, untuk memudahkan calon tubuh buah jamur (pin head) keluar, sebaiknya robekan berbentuk segiempat.

Calon tubuh buah jamur atau pin head akan keluar pada umur 15 hari setelah perobekan baglog. Setelah calon tubuh buah jamur tersebut berumur 15 hari, maka perobekan kedua bisa dilakukan. Perobekan kedua dilakukan pada tempat yang berseberangan dengan perobekan pertama sehingga terjadi pemerataan pemanfaatan nutrisi dalam media tumbuh sekaligus untuk memudahkan pemanenan.

Kegiatan utama selama masa pemeliharaan tubuh buah jamur kuping ini adalah menciptakan dan menjaga agar kondisi lingkungan sesuai dengan syarat tumbuh jamur kuping. Manipulasi kondisi lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan pengontrolan kelembaban dan sirkulasi udara, serta menjaga kebersihan lingkungan kumbung untuk menghindari serangan hama maupun penyakit yang dapat merugikan kegiatan budiday jamur kuping. Jika kondisi udah terlalu tinggi atau kelembaban terlalu rendah, maka harus dilakukan penyiraman dengan menggunakan tangki sprayer. Jika suhu udara dan kelembaban stabil, maka penyiraman dapat dilakukan setelah tubuh buah jamur yang tumbuh pada robekan pertama berumur 15 hari atau setelah melakukan perobekan kedua. Pada kumbung atau rumah jamur permanen, penyemprotan dilakukan dengan alat semprot otomatis atau presage chamber, sehingga tekanan dan kabut sempror yang dihasilkan bisa lebih lembut dan merata.

Penyiraman merupakan kegiatan penting dalam budidaya jamur kuping ini. Penyiraman bertujuan untuk menciptakan atau mengatur agar suhu udara dan kelembaban bisa stabil sesuai dengan kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur. Penyiraman pertama dilakukan hingga tubuh buah jamur kupin tampak basah dan meneteskan air. Sedangkan penyiraman berikutnya dilakukan sesuai dengan kondisi suhu dan kelembaban udara. Jika kelembaban terlalu kering atau rendah dan suhu udara terlalu panas maka penyiraman dapat dilakukan 3-4 kali sehari. Apalagi jika kondisi udara yang demikian dibarengi dengan tiupan angin yang kencang, maka penyiraman dapat dilakukan sebanyak 5 kali dalam sehari. Jika kondisi udara sangat tenang atau tidak ada angin, sirkulasi udara dalam kumbung terhambat, dan tidak ada hujan, maka tindakan yang harus dilakukan untuk menjaga lingkungan dalam kumbung agar tetap sesuai dengan syarat tumbuh jamur adalah dengan membuka lubang ventilasi khusu pada lapisan dinding bagian bawah.

Selain menjaga kelembaban, kegiatan yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kebersiahan kumbung. Harus diingat agar setiap kali selesai melakukan panen, maka lantai dasar kumbung harus ditaburi dengan kapur pertanian. Hal ini dilakukan untuk mencegah serangan hama pengganggu dan penyakit yang akan menyerang, dengan demikian lingkungan kumbung akan tetap terjaga kesehatannya.


Dukungan Teknis : Rois Efendi - 0852 3875 5088

Baca Artikel Terkait
  • PEMBUATAN BIBIT JAMUR KUPING

    Bibit jamur kuping diproduksi melalui tahap-tahap pembiakan. Tahap pertama adalah pembiakan spora (basidiospora) yang dihasilkan oleh basidium. Tahap ini dilakukan melalui kultur jaringan dan hasil pembiakan pada tahap ini berupa benang-benang jamur (miselium) yang disebut turunan pertama (F1). Tahap kedua adalah pembiakan miselium F1. Pembiakan tahap ini merupakan perbanyakan miselium hasil pembiakan ...
  • EKOLOGI JAMUR KUPING

    A. Biologi dan Siklus Hidup Jamur Kuping - Jamur kuping memiliki tubuh buah mirip daun telinga manusia. Sebutan jamur kuping melekat pada jenis jamur yang memiliki tubuh buah (basidiocarp) mirip kuping (daun telinga). Di antara 65 spesies jamur kuping, ada tiga jenis jamur kuping yang biasa dikonsumsi sebagai makanan lezat dan dapat dibudidayakan, yakni (1) jamur kuping merah (Auricularia auricula Judae) ...
  • BUDIDAYA JAMUR TIRAM

    Usaha budidaya jamur tiram seringkali mengalami kegagalan karena teknik dan cara budidaya yang kurang benar. Meskipun gampang, perlu diperhatikan faktor-faktor seperti lingkungan, kebersihan, serta konsistensi selama perawatan. Jika faktor-faktor tersebut tidak bisa dipenuhi dengan baik maka hasilnya pun kurang optimal bahkan besar kemungkinan berpotensi mendatangkan kegagalan.Jamur tiram putih berwarna ...
  • PERSIAPAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

    Usaha budidaya jamur tiram sebernarnya sangat mudah, hanya saja terkadang penyebab utama kegagalan ada pada kebersihan lingkungan. Kebersihan lingkungan menjadi syarat utama yang harus diperhatikan, mengingat budidaya jamur tiram sangat rentan terhadap kelembaban tinggi. sebelum memulai usaha budidaya jamur tiram, kita perlu memperhatikan lokasi usaha, diusahakan tidak berdekatan dengan kandang ...
More aboutTEKNIK DAN CARA BUDIDAYA JAMUR KUPING

EKOLOGI JAMUR KUPING

Ekologi Jamur Kuping - Dalam melaksanakan kegiatan agribisnis budidaya jamur kuping, pengetahuan atau informasi detil tentang jamur kuping itu sendiri harus dikuasai oleh pelaku agribisnis atau pembudidaya. Tanpa mengetahui karakteristik petumbuhan dan syarat-syarat tumbuh yang ideal, mustahil seorang pembudidaya akan berhasil dalam melaksanakan kegiatan agribisnis tersebut. Pada pokok bahasan kali ini, kami akan mengulas detil tentang ekologi jamur kuping, sehingga melalui artikel pendek ini kami berharap dapat memberikan sumbangsih dalam pencapaian keberhasilan pada kegiatan usaha budidaya jamur kuping.

Biologi dan Siklus Hidup Jamur Kuping

Jamur kuping merupakan sebutan yang ditujukan terhadap jenis jamur yang memiliki tubuh buah atau basidiocarp mirip dengan daun telinga atau kuping manusia. Memang, secara fisik bentuk tubuh buah jamur ini menyerupai kuping manusia sehingga bisa dipahami jika masyarakat untuk memudahkan penyebutannya kemudian memberikan nama jamur kuping. Di Indonesia kurang lebih terdapat 65 spesies jamur kuping. Dari sekian banyak spesies tersebut, ada tiga jenis jamur kuping yang bisa dikonsumsi oleh manusia dan bahkan menjadi salah satu bahan makanan favorit dan memiliki cita rasa lezat. Ketiga jenis jamur kuping tersebut adalah
  • Jamur kuping putih atau jamur kuping agar (Tremella fuciformis), yaitu jenis jamur kuping yang berukuran kecil dan berwarna putih.
  • Jamur kuping hitam (Auricularia polytricha), yaitu jenis jamur kuping dengan ukuran diameter kurang lebih 6-10 cm yang memiliki warna tubuh buah keunguan atau kehitaman.

  • Jamur kuping merah (Auricularia auricula Judae), yaitu jenis jamur kuping dengan ukuran besar atau lebar yang memiliki warna tubuh buah kemerah-merahan.

Dalam ilmu biologi, jamur dikategorikan ke dalam jenis tanaman yang tidak memiliki khlorofil namun memiliki intisel, spora, dan merupakan sel-sel lepas atau bersambungan yang membentuk benang bersekat atau tidak bersekat yang disebut hifa atau sehelai benang atau miselium yang merupakan kumpulan hifa. Miselium jamur tersebut tumbuh bercabang-cabang yang pada tempat tertentu akan bertemu antara satu cabang dengan cabang lain yang kemudian akan membentuk titik pertemuan dari percabangan miselium tersebut. Pada titik pertemuan tersebut, miselium jamur membentuk satu bintik kecil yang disebut dengan sporangium yang kemudian disebut dengan pin head. Sporangium ini akan tumbuh menjadi tunas dan kemudian berkembang menjadi tubuh buah jamur sempurna.

Klasifikasi Jamur Kuping

Dalam ilmu botani, jamur kuping digolongkan dalam super Kingdom: Eukaryota, kingdom: Myceteae (Fungi), divisio: Amastigomycota, Sub Divisio: Basidiomycotae, Kelas: Basidiomycetes, Ordo: Auriculariales, Familia: Auriculariae, Genus: Auricularia, Species : Auricularia sp. Klasifikasi tersebut didasarkan pada teori yang diajukan oleh Alexopolous dan Mins pada tahun 1979. Jamur kuping memiliki tubuh buah yang bertangkai pendek dan tumbuh pada substrat dengan membuat lubang pada permukaannya. Pada musim hujan, kulit pada tubuh buah jamur kuping ini tampak berlendir, akan tetapi kulit tersebut akan mengerut pada saat musim kemarau. Bagian bawah tubuh buah ini licin dan mengkilap sedangkan pada permukaan atasnya seperti kain beludru. Tubuh buah jamur kuping terbentuk dengan struktur yang agak rumit dan berupa lembaran bergelombang tidak beraturan. Dalam keadaan basah, tubuh buahnya licin, lentur, dan kenyal (galatinous) tetapi akan berubah menjadi kaku dengan bentuk melengkung saat tubuh buah tersebut berada dalam keadaan kering. Dalam kegiatan budiday jamur kuping, tubuh buah atau basidiocarp yang dinyatakan dewasa adalah jika basidiokarp tersebut telah mencapai ukuran kurang lebih 10 cm. Jamur kuping memiliki lebar tubuh buah yang berkisar antara 3 cm - 8 cm dengan ketebalan berkisar antara 0,1 cm - 0,2 cm. Seperti keluarga Aucularia, jamur kuping juga memiliki basidium yang berbentuk hypobasidium atau epibasidium. Baik hypobasidium maupun epibasidium, masing-masing memiliki empat sel. Pada tahap awal, inti diploid dari calon basidium membelah menjadi dua bagian secara miosis. Setiap pembelahan inti diploid tersebut selalu diikuti dengan penyekatan basidium menjadi dua sel. Pada tahap selanjutnya, inti setiap sel diploid yang telah membelah tersebut, akan membelah kembali yang tetap diikuti dengan penyekatan masing-masing basidium sehingga membentuk hypobasidium bersel empat. Dari setiap hypobasidium bersel empat tersebut kemudian tumbuh epibasidium yang panjang dan muncul di atas permukaan lapisan salai, dengan arah pertumbuhan sesuai dengan arah pertumbuhan hipobasidium. Pada setiap ujung epibasidium akan tumbuh penghasil basidiospora yang disebut dengan sterigmata. Pada tahap berikutnya, setelah terbentuk basidiospora, maka basidiospora tersebut tumbuh menjadi miselium jamur. Miselium jamur ini akan memenuhi seluruh permukaan media, kemudian berkembang menjadi dewasa dan dilengkapi dengan basidiokarp.

Lingkungan Hidup Jamur Kuping

Keistimewaan jamur kuping adalah dapat tumbuh di daerah yang bersuhu dingin hingga bersuhu panas. Pada daerah tersebut, jamur kuping dapat ditemukan sepanjang tahun. Jamur kuping dapat tumbuh dan berkembang pada kisaran suhu antara 12°C hingga 36° C. Namun, suhu optimal untuk pertumbuhan dan perkembangannya adalah 26° C - 28° C. Di Indonesia, Philipina, dan Malaysia, banyak ditemukan jamur kuping hitam. Sementara itu, di daerah Indocina dan Thailand banyak ditemukan jenis jamur kuping merah. Kelembaban udara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan miselium sekitar 60% - 75%. Tetapi kelembaban udara yang lebih tinggi dibutuhkan untuk merangsang pertumbuhan dan pembentukan sel tubuh buah, yaitu sekitar 80%-90%. Kadar air pada media yang dibutuhkan untuk pertumbuhan miselium jamur kuping antara 60-62%. Jika kadar air pada media berada di atas 65% atau di bawah 50%, maka pertumbuhan miselium akan mengalami hambatan. Oleh karena itu, pada budidaya jamur kuping harus dijaga agar kelembaban media tetap dalam kondisi optimal untuk pertumbuhannya. Miselium jamur kuping akan tumbuh optimal jika berada dalam keadaan gelap dengan kisaran pH media antara 3-7. Namun, miselium tersebut akan tumbuh optimal pada media yang memiliki tingkat keasaman antara 4,5-5,5. Berbeda dengan miselium, tubuh buah jamur kuping akan tumbuh didaerah bercahaya dan membutuhkan cahaya matahari yang digunakan untuk menopang pertumbuhannya. Tetapi penyinaran sinar matahari langsung yang menembus permukaan tubuh buah tersebut justru akan mengakibatkan kerusakan dan kelayuan. Penyinaran yang dibutuhkan sehingga pertumbuhan tubuh buahnya akan terbentuk dengan normal adalah di bawah 50 lux dengan sifat penyinaran yang menyebar atau diffuse light. Pada habitat alaminya, jamur kuping biasa ditemukan pada berbagai macam jenis kayu. Namun, petumbuhan tersebut akan lebih optimal jika berada pada kayu yang telah lapung di daerah yang berketinggian antara 600-800 mdpl terutama pada suhu 20° C - 30° C dengan kelembaban udara 80-90%. Jamur kuping biasa ditemukan pada tempat-tempat yang teduh atau tempat yang tidak terkena pancaran sinar matahari langsung, dengan sirkulasi udara yang lancar dan hembusan angin sepoi-sepoi basah, serta tempat yang memiliki kandungan oksigen cukup tinggi. Jamur kuping merupakan jenis tanaman saprofit yang bersifat aerob, yaitu membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya. Daerah yang memiliki sirkulasi udara lancar biasanya banyak ditemukan jamur kuping, karena kebutuhan oksigen pada daerah tersebut dapat tercukupi. Jika pasokan oksigen terbatas atau terhambat, maka pembentukan dan pertumbuhan tubuh buahnya akan mengalami hambatan. Selain oksigen, untuk menopang pertumbuhan miselium dan tubuh buahnya, maka dibutuhkan nutrisi yang terkandung pada media tumbuhnya. Baca Artikel Terkait
  • PEMBIAKAN BIBIT JAMUR KUPING TAHAP PERTAMA

    Perbanyakan bibit jamur kuping dilakukan dalam suatu proses produksi pembiakan. Proses pembiakan dilakukan dalam empat tahap pembiakan. Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai tahap pertama pembiakan bibit jamur kuping. Kegiatan pembiakan bibit jamur kuping pada tahap pertama ini merupakan pembiakan spora (basidiospora) yang dihasilkan oleh basidium dan dilakukan dengan cara kultu jaringan...
  • BUDIDAYA JAMUR KUPING

    Budidaya Jamur Kuping - Jamur telah dikenal dan populer sebagai makanan lezat sejak abad XIV M. Jamur telah menjadi santapan spesial bagi pejabat negara saat dinasti Ming berkuasa di daratan China. Kelezatan dan rasa khas jamur tersebar di seluruh penjuru dunia sejak terbukanya perdagangan dan komunikasi penduduk antar-negara dan benua. Jamur telah menjadi hidangan favorit sekaligus bergengsi ...
  • BUDIDAYA JAMUR TIRAM

    Usaha budidaya jamur tiram seringkali mengalami kegagalan karena teknik dan cara budidaya yang kurang benar. Meskipun gampang, perlu diperhatikan faktor-faktor seperti lingkungan, kebersihan, serta konsistensi selama perawatan. Jika faktor-faktor tersebut tidak bisa dipenuhi dengan baik maka hasilnya pun kurang optimal bahkan besar kemungkinan berpotensi mendatangkan kegagalan.Jamur tiram putih berwarna ...
  • PERSIAPAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

    Usaha budidaya jamur tiram sebernarnya sangat mudah, hanya saja terkadang penyebab utama kegagalan ada pada kebersihan lingkungan. Kebersihan lingkungan menjadi syarat utama yang harus diperhatikan, mengingat budidaya jamur tiram sangat rentan terhadap kelembaban tinggi. sebelum memulai usaha budidaya jamur tiram, kita perlu memperhatikan lokasi usaha, diusahakan tidak berdekatan dengan kandang ...
More aboutEKOLOGI JAMUR KUPING

ASPEK PEMASARAN DAN PERMODALAN AGRIBISNIS PERTANIAN

Dalam agribisnis pertanian, selain aspek produksi dan aspek permodalan, aspek pemasaran juga perlu mendapatkan perhatian agar tingkat keberhasilan agribisnis lebih tinggi sehingga keuntungan yang diperoleh akan lebih besar. Strategi pemasaran yang tepat akan memperpendek sistem atau mata rantai perdagangan, sehingga lost of benefit atau keuntungan yang hilang akibat panjangnya tataniaga perdagangan bisa dihindari.

ASPEK PEMASARAN AGRIBISNIS PERTANIAN

Pengertian pemasaran jauh lebih luas dari pasar. Di dalam pemasaran tercakup semua kegiatan yang berkaitan dengan usaha memasarkan produk, termasuk juga jalur pemasaran/tata niaganya. Untuk lebih jelasnya akan dibahas mengenai pasar, jalur pemasaran/ tata niaga, dan kegiatan pemasaran.

A. Pasar

Pasar dapat diartikan sebagai suatu organisasi tempat para penjual dan pembeli dapat dengan mudah saling berhubungan. Bagi pengusaha agribisnis pertanian, pasar merupakan tempat melempar hasil produksinya.

Dikenal ada beberapa macam pasar (saluran distribusi) dalam agribisnis pertanian, antara lain pasar langsung atau saluran distribusi langsung, saluran distribusi tidak langsung, dan eksportir.

Saluran distribusi langsung yaitu saluran distribusi yang langsung mengarah pada konsumen, seperti hotel, restauran, rumah sakit dan rumah tangga. Saluran distribusi langsung ini biasanya dilakukan oleh pengusaha agribisnis pertanian dalam skala kecil atau pengusaha agribisnis pertanian yang sudah besar tetapi secara khusus mengadakan kerjasama dengan pihak konsumen dengan kriteria dan kualitas hasil peroduksi yang sudah disepakati. Dalam hal ini misalnya seorang pengusaha agribisnis pertanian mengadakan kerjasama dengan pihak industri pengolahan yang berbasis pertanian.

Saluran distribusi tidak langsung, seperti pasar pasar tradisional, swalayan, pedagang pengecer dan koperasi. Mata rantai atau tata niaga perdagangan dalam saluran distribusi ini sangat beragam. Ada kalanya seorang pelaku agribisnis pertanian yang langsung membawa hasil produksinya ke pasar, tetapi tidak sedikit pula yang karena keterbatasan sarana transportasi, arus informasi, dan komunikasi, hasil produksi agribisnis pertanian harus dikumpulkan oleh pedagang pengumpul.

Saluran distribusi yang terakhir adalah eksportir. Dari eksportir inilah nantinya konsumen luar negeri dapat dijangkau. Untuk melakukan ekspor hasil produksi agribisnis pertanian, biasanya ditetapkan standar mutu yang dikeluarkan oleh negara tujuan terhadap kualitas produk agribisnis pertanian. Dalam melakukan ekspor perlu memperhatikan keadaan dan kebutuhan pasar negara yang akan dituju.

Berbicara mengenai pasar sebaiknya dengan mempertimbangkan jarak antara sentral produksi dengan pasar atau konsumen tujuan. Pertimbangan ini didasarkan pada sifat dari produk agribisnis pertanian yang secara umum bukan merupakan komoditas yang tahan lama. Karena sifat inilah maka pasar relatif tidak boleh terlalu jauh dengan sentral produksi. Kalaupun terpaksa memperoleh pasar yang jauh, maka harus diimbangi dengan kelancaran lancar transportasi dan sistem pengemasan yang aman.

B. Jalur Pemasaran Atau Tataniaga Produk Agribisnis Pertanian

Sebelum sampai ke tangan konsumen, produk usaha agribisnis pertanian ini hampir selalu melalui perantara. Jalan yang dilalui oleh produk agribisnis pertanian tersebut, dengan atau tanpa melalui perantara hingga sampai kepada konsumen dikenal dengan istilah jalur pemasaran atau jalur tata niaga.

Pada umumnya jalur tata niaga ada dua macam yaitu jalur langsung sederhana dan jalur dengan perantara.

1. Jalur tata niaga agribisnis pertanian secara langsung

Di sini produsen langsung berhadapan dengan konsumen. Harga yang dibayar konsumen sama besamya dengan yang diterima produsen. Dengan demikian, dari segi harga, produsen akan mendapatkan harga yang wajar. Di lain pihak konsumen juga merasa untung karena mendapat produk yang lebih segar. Meskipun demikian, jalur tata niaga ini mempunyai beberapa kelemahan seperti lingkup atau kapasitas pasar atau konsumen yang tidak begitu luas, produsen tidak tertarik untuk meningkatkan pendapatan dengan mengolah produk menjadi bentuk lain dan dengan harga yang lebih baik, serta produsen tidak dapat meluaskan jaringan pemasaran karena dengan meluaskan jaringan pemasaran, berarti terlepas dari profesinya sebagai petani atau produsen.

2. Jalur tata niaga agribisnis pertanian dengan perantara

Jalur tata niaga ini melibatkan pedagang perantara sehingga produsen tidak dapat langsung berhubungan dengan konsumen. Yang dimaksud dengan pedagang perantara yaitu pedagang yang memiliki dan menguasai barang serta menyalurkan dengan tujuan mendapat keuntungan.

Macam pedagang perantara yang biasa dijumpai dalam usaha agribisnis pertanian adalah pedagang eceran, pedagang besar, dan pedagang pengumpul. Pedagang eceran merupakan perantara yang menjual barang dagangannya langsung kepada konsumen akhir. Sementar pedagang besar adalah pedagang yang menerima produk agribisnis pertanian dari petani atau pedagang pengumpul dan menyalurkan kepada pedagang kecil atau eceran. Sedangkan pedagang pengumpul merupakan pedagang yang mengumpulkan sejumlah kecil produk dan beberapa produsen dan menjualnya dalam jumlah besar pada langganannya. Pendek kata, semua pedagang yang berfungsi sebagai penyalur dan produsen ke konsumen adalah pedagang perantara.

Banyaknya pedagang perantara membuat mata rantai tata niaga menjadi semakin panjang. Akibatnya tingkat harga yang diterima petani relatif sangat rendah dibanding dengan harga yang harus dibayar oleh konsumen. Untuk mengatasi hal ini, perlu adanya upaya memperpendek jalur tata niaga, disamping upaya peningkatan efisiensi peranan lembaga tata niaga serta perbaikan sarana transportasi.

Secara garis besar produk agrobisnis pertanian dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu produk agribisnis tanaman pangan dan produk agribisnis hortikultura. Produk tanaman pangan diantaranya adalah padi, jagung, sagu, singkong, dan ketela rambat. Sementara produk hortikultur mencakup semua produk sayur dan buah-buahan.

Berikut ini simulasi jalur tata niaga agribisnis pertanian



C. Kegiatan Pemasaran Produk Agribisnis Pertanian

Dalam usaha agribisnis pertanian kegiatan pemasaran berperan sebagai pembuka jalan bagi produk untuk sampai ke pasar. Bila kegiatan ini sampai terhambat, produk akan tersendat-sendat memasuki pasar. Padahal, produk dari usaha agribisnis pertanian mempunyai sifat yang mudah sekali rusak atau tidak tahan lama.

Berkaitan dengan kegiatan pemasaran, yang perlu dilakukan oleh pengusaha agribisnis pertanian adalah memahami tentang studi pemasaran, memperkirakan jumlah produksi, mempersiapkan produk, menentukan harga jual, menentukan distribusi, dan menentukan kebijakkan promosi.

1. Studi Pemasaran Agribisnis Pertanian

Studi pemasaran ini mencakup aspek yang cukup luas, antara lain studi pasar, studi mengenai produk yang dihasilkan, distribusi, konsumen, dan promosi (jika perlu). Studi pemasaran dimaksudkan untuk mencari data-data mengenai permintaan terhadap jenis komoditas agribisnis pertanian pada waktu lalu, sekarang, dan yang akan datang.

2. Memperkirakan Jumlah Produksi Agribisnis Pertanian

Perkiraan jumlah produksi berfungsi untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pemasaran telah sesuai dengan yang direncanakan. Pada umumnya permintaan terhadap produk usaha agribisnis pertanian selalu mengalami pasang surut. Jika tidak diatasi dengan usaha memperkirakan jumlah penjualan maka akan terjadi kelebihan produk yang tidak bisa dilempar ke pasar. Atau, kalaupun bisa memasuki pasar maka harganya akan turun jauh di bawah harga yang di inginkan.

3. Mempersiapkan Produk Agribisnis Pertanian

Pengusaha agribisnis harus benar-benar tahu produk seperti apa kualitas produk yang diinginkan oleh konsumen. Untuk menghasilkan produk yang bisa memenuhi keinginan konsumen, antara lain dapat ditempuh dengan cara:
  1. menetapkan standar kualitas produk agribisnis pertanian,
  2. tidak mengandalkan satu jenis produk atau komoditas agribisnis pertanian,
  3. usahakan menggunakan kemasan spesial sehingga menarik konsumen,
  4. buat inovasi untuk mencoba membuat produk olahan sehingga produk agribisnis pertanian bisa memiliki nilai tambah

4. Menentukan Kebijakan Harga Jual Produk Agribisnis

Harga jual akan sangat menentukan posisi pengusaha dalam persaingan. Harga jual yang ditetapkan harus benar-benar dapat memberikan kepuasan kepada konsumen di samping harus dapat memenuhi pencapaian tujuan perusahaan. Memang pada kenyataannya harga jual komoditi agribisnis pertanian sangat tidak menentu. Hal ini tentu saja akibat dari tidak adanya estimasi produksi yang dilakukan oleh praktisi agribisnis pertanian karena memang daya dukung sumber data untuk melakukan itu sangat tidak mewakili. Akan tetapi, sebagai pelaku agribisnis yang maju, tentu saja segala upaya akan dilakukan untuk membuat analisa pasar terhadap kebutuhan konsumen akan jenis produk agribisnis. Selain itu perkiraan jumlah produksi secara nasional terhadap jenis komoditi agribisnis pertanian juga perlu dilakukan. Dengan melakukan estimasi produksi dan analisa kebutuhan konsumen tersebut, maka paling tidak pelaku usaha agribisnis pertanian sudah berupaya untuk mengantisipasi resiko harga jatuh pada saat panen. Sekalipun tingkat akurasi analisa pasar tersebut masih sangat rendah. Dengan jam terbang yang tinggi, maka tingkat akurasi akan semakin baik.

5. Menentukan Distribusi Produk Agribisnis

Dalam menentukan saluran distribusi produk atau komoditas, pengusaha agribisnis pertanian dapat memilih untuk melakukannya sendiri atau melalui perantara. Ada beberapa alasan pengusaha memilih perantara dalam mendistribusikan produknya antara lain
  1. pertimbangan dana dan personalia penjualan,
  2. efisiensi kerja,
  3. keadaan prasarana daerah pemasaran setempat, dan
  4. pengetahuan dan pengalaman menangani daerah pemasaran setempat.

6. Menentukan Kebijakan Promosi Produk Agribisnis

Promosi merupakan kegiatan memperkenalkan, meyakinkan, dan mengingatkan kembali manfaat dan kualitas produk kepada konsumen. Promosi biasanya dilakukan terhadap jenis komoditi agribisnis baru atau peluncuran varietas baru. Kegiatan promosi harus memperhatikan beberapa hal, yaitu:
  1. jumlah dana yang tersedia untuk promosi,
  2. masa tahapan siklus produksi,
  3. konsumen yang ingin dituju, dan
  4. sifat atau ciri khusus produk yang dihasilkan.
Kebanyakan pengusaha agribisnis pertanian belum begitu memperhatikan masalah promosi, karena rata-rata usahanya belum begitu intensif. Akan tetapi jika kapasitas usahanya sudah semakin besar dan melakukan ekspansi usaha pada kegiatan pengolahan hasil agribisnis pertanian, maka mau tidak mau kegiatan promosi ini harus dilakukan.


Artikel Terkait :

ASPEK PRODUKSI AGRIBISNIS PERTANIAN

More aboutASPEK PEMASARAN DAN PERMODALAN AGRIBISNIS PERTANIAN

PERAWATAN BIBIT TANAMAN ANGGREK

Keberhasilan budidaya tanaman anggrek sangat ditentukan oleh kualitas bibit tanaman anggrek itu sendiri. Pemilihan bibit harus dilakukan dengan cermat. Jangan sampai kegiatan budidaya tanaman anggrek kita menunjukkan penampilan yang mengecewakan karena kesalahan dalam memilih bibit. Tanaman anggrek yang akan digunakan sebagai tanaman induk harus dipilih dari tanaman yang benar-benar sehat. Tanaman yang sehat bisa dilihat dari pertumbuhan tanaman yang subur dan kokoh, batang terlihat besar dan kekar, warna daun tampak hijau gelap, bunga yang dihasilkan menarik, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta penampilan secara umum tampak prima.

Pemilihan bibit tanaman anggrek bisa diperoleh dengan cara memperbanyak tanaman yang sudah ada atau tanaman dewasa, bibit kompot, maupun diperoleh dari hasil kultur jaringan. Setiap bibit yang dihasilkan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Oleh karena itu, pemilihan bibit tanaman anggrek harus disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa kriteria yang dapat dijadikan sebagai parameter dalam memilih bibit tanaman anggrek yang bagus akan diuraikan pada artikel ini.

Tanaman Anggrek Dewasa

Tanaman anggrek yang sudah dewasa merupakan tanaman yang sudah berada dalam fase generatif yang ditandai dengan keluarnya bunga. Keuntungan menggunakan bibit tanaman anggrek yang sudah dewasa adalah dapat diketahui bentuk, corak, dan kualitas bunga yang dihasilkan. Selain itu, bibit tanaman anggrek tersebut lebih cepat menghasilkan bunga dibandingkan dengan menggunakan bibit yang lain. Kelemahan menggunakan bibit yang sudah dewasa adalah harga yang relatif mahal. Oleh karena itu, jika menanam tanaman anggrek yang sudah dewasa sebaiknya juga berorientasi pada pelaksanaan perbanyakan tanaman. Beberapa kondisi yang harus diperhatikan agar pelaksanaan kegiatan perbanyakan bisa berhasil dengan baik antara lain:
  1. Secara umum penampilan tanaman harus tampak sehat.
  2. Tangkai bunga harus tampak kokoh dan besar, sehingga bunga yang dihasilkan juga lebih tahan lama.
  3. Jumlah kuntum bunga yang dihasilkan harus banyak dengan jarak antar kuntum yang rapat, sehingga tanaman tampak dipenuhi dengan bunga.
  4. Ukuran bunga cukup besar dan tidak cepat layu.
  5. warna bunga tampak cerah dan menarik, sehingga penampilan tanaman tampak mengesankan.
  6. Tanaman anggrek tersebut harus rajin berbunga.
Untuk memperoleh bibit yang berkualitas, maka bibit tanaman anggrek dewasa harus dirawat dengan baik. Beberapa prosedur perawatan bibit tanaman anggrek dewasa antara lain:
  1. Tanaman anggrek yang pertumbuhannya sudah terlalu padat dan perakaran sudah memenuhi media tanam, maka media tanam tersebut harus diganti sehingga tanaman akan tetap dalam kondisi segar.
  2. Media tanam yang sudah terlihat hancur dan terjadi pelapukan harus diganti dengan media tanam yang baru karena media tanam seperti ini bersifat asam dan berpotensi mendatangkan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman anggrek.
  3. Pupuk harus diberikan secara berimbang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pupuk yang baik paling tidak harus mengandung unsur NPK agar pertumbuhan dan proses pembungaan tanaman tetap berlangsung dengan baik.
  4. Pengendalian hama dan penyakit tanaman anggrek harus dilakukan dengan benar. Jika tanaman terserang hama, misalnya thrips, maka pengendalian yang bisa dilakukan adalah melakukan penyemprotan dengan insektisida. Jika tanaman anggrek terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur, maka pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan penyemprotan larutan fungisida. Begitu pula, jika tanaman terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri, maka pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan penyemprotan larutan bakterisida. Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan pestisida untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman anggrek adalah prinsip 4 tepat, yaitu tepat dosis, tepat cara, tepat sasaran, dan tepat waktu. Lihat Petunjuk Aplikasi Pestisida
  5. Aplikasi pupuk daun untuk menopang pertumbuhan dan memberikan tambahan nutrisi pada tanaman anggrek.
  6. Jika ditemukan tanaman yang terindikasi terserang penyakit akar, maka media tanam tanaman anggrek tersebut harus segera diganti. Perakaran yang terserang penyakit harus dipotong. Sebelum ditanam kembali, maka tanaman anggrek tersebut terlebih dahulu harus direndam dalam larutan fungisida dan bakterisida.

Tanaman Anggrek Muda

Jika menanam tanaman anggrek yang masih muda, maka harus diperhatikan beberapa kriteria yang bisa dijadikan pedoman untuk memilih tanaman yang berkualitas. Tanaman anggrek muda adalah tanaman yang belum menghasilkan bunga atau masih berada pada fase vegetatif. Tanaman anggrek muda biasanya dijual dalam kemasan pot-pot kecil dengan harga relatif lebih murah dari pada tanaman anggrek dewasa. Kriteria yang harus diperhatikan antara lain kondisi fisik tanaman tampak sehat, daun tampak hijau tua dan tebal, batang terlihat bongsor, seta pertumbuhan yang cepat.

Perawatan pada tanaman anggrek muda harus dilakukan dengan benar agar bisa mencapai hasil yang optimal setelah dewasa. Beberapa prosedur pemeliharaan yang dapat dilakukan pada tanaman anggrek muda antara lain:
  1. Pemupukan harus dilakukan dengan benar (lihat Pupuk dan Pemupukan). Taman anggrek muda yang masih berada pada fase vegetatif secara umum membutuhkan unsur hara N atau Nitrogen dalam jumlah yang relatif tinggi. Selain itu, unsur Phosphor (P) juga harus diberikan dengan cukup agar pertumbuhan perakaran berlangsung dengan baik. (Lihat Defisiensi Unsur Hara
  2. Penyiraman harus dilakukan secara terukur, tidak berlebihan, hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko serangan penyakit akibat kelebihan air.
  3. Pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan baik dan benar.
More aboutPERAWATAN BIBIT TANAMAN ANGGREK