BUDIDAYA SEMANGKA

CARA MENANAM SEMANGKA YANG BAIK

Semangka merupakan salah satu jenis buah berkadar air tinggi serta banyak digemari oleh masyarakat karena buah semangka memiliki cita rasa khas serta cara penyajiannya juga mudah. Sementara bagi petani, budidaya semangka memberikan keuntungan cukup besar karena produktivitas tanaman semangka tinggi apalagi masa budidaya buah semangka juga singkat. Kemajuan teknologi yang semakin berkembang pesat membuat kualitas dan daya adaptasi tanaman semangka terus meningkat. Disamping bentuk buah beragam, baik warna maupun ukuran buah semangka juga semakin bervariasi. Selain itu, sekarang bahkan sudah banyak dibudidayakan varietas semangka nonbiji, harganya pun relatif terjangkau sehingga membuat buah semangka semakin digemari oleh semua lapisan masyarakat.

SYARAT TUMBUH TANAMAN SEMANGKA

Tanaman semangka memerlukan curah hujan antara 40-50 mm/bulan, ketinggian tempat optimal 300 mdpl. Selain itu, tanaman semangka membutuhkan intensitas sinar matahari penuh sepanjang hari tanpa naungan untuk membantu proses fotosintesis. Agar diperoleh kualitas buah tinggi, budidaya semangka membutuhkan suhu optimal berkisar 25-30 derajat C. Kelembaban udara terlalu tinggi akan mendorong perkembangan penyakit, terutama cendawan patogen.

Budidaya semangka membutuhkan tanah gembur serta subur untuk menopang pertumbuhan serta berproduksi optimum, seperti tanah bertekstur lempung berpasir serta kaya akan kandungan bahan organik. Oleh karena itu, pengolahan tanah secara intensif disertai penambahan pupuk organik dalam jumlah cukup merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan budidaya semangka. Jika penanaman semangka dilakukan di tanah berat, maka akan menekan laju pertumbuhan, kualitas buahnya pun rendah, buah pecah-pecah. Budidaya semangka membutuhkan air dalam pemeliharaannya karena 90% kandungan buah semangka terdiri dari air.

Lokasi penanaman untuk budidaya semangka sebaiknya dipilih bukan bekas lahan tanaman semangka atau sefamili. Minimal sudah diberakan selama 2 tahun agar diperoleh hasil optimal.

PERSIAPAN TEKNIS BUDIDAYA SEMANGKA

Pengukuran pH tanah diperlukan dalam menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pengukuran bisa dilakukan menggunakan kertas lakmus, pH meter, atau cairan pH tester. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan secara zigzag.

PELAKSANAAN BUDIDAYA SEMANGKA

Persiapan Lahan Budidaya Semangka

Persiapan lahan budidaya semangka meliputi pembajakan dan penggaruan tanah, pembuatan bedengan, pemberian kapur pertanian sebanyak 1,5 ton/ha untuk pH tanah di bawah 6, pemberian pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 ton/ha serta pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 1,5 ton/ha. Kemudian dilakukan pengadukan/pencacakan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah.

Pembuatan bedengan pada budidaya semangka dilakukan dengan cara mencangkul tanah di bagian parit kemudian menaikkan tanah tersebut ke bagian atas bedengan sehingga permukaan bedengan menjadi lebih tinggi. Bedengan dibuat selebar 5 meter, jarak antar bedengan 60 cm serta tinggi bedengan 40-60 cm. Langkah selanjutnya, tanah di bagian tengah bedengan dibagi menjadi dua bagian lalu diangkat ke masing-masing tepi bedengan sehingga kedua tepi bedengan akan membentuk bedengan tanam dengan lebar 1 meter. Cara menanam semangka sistem ini, dalam satu bedengan selebar 5 meter terdapat dua bedengan tanam selebar 1 meter. Kedua bedengan tanam tersebut dibuat miring ke arah tengah, pada titik tengah pertemuan kedua bedengan dibuat saluran air selebar 20 cm, kedalaman 10 cm.

Setelah bedengan siap, persiapan selanjutnya adalah pemasangan mulsa PHP (Plastik Hitam Perak). Mulsa PHP dipasang pada bedengan tanam yang berada di masing-masing tepi bedengan, sedangkan pada bagian yang miring ke arah tengah bedengan ditutup rapat menggunakan jerami. Maksud dari perlakuan ini untuk menekan pertumbuhan gulma. Mulsa PHP berukuran lebar 120 cm, sisi berwarna perak menghadap ke atas, sedangkan sisi berwarna hitam menghadap ke tanah. Pemasangan mulsa dilakukan saat terik matahari agar mulsa PHP mudah ditarik serta lebih hemat pemakaian. Setelah mulsa terpasang dilakukan pembuatan lubang tanam di bagian tepi luar bedengan, jarak antartanaman 60 cm. Masing-masing bedengan tanam terdapat satu baris lubang tanam.

Persiapan Pembibitan dan Penanaman Budidaya Semangka

Persiapan pembibitan budidaya semangka membutuhkan rumah atau sungkup pembibitan untuk melindungi bibit muda. Kemudian menyediakan media semai dengan komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, 150 g NPK halus. Setelah itu media campuran dimasukkan ke dalam polibag semai.

Benih yang akan ditanam harus dipersiapkan secara benar sehingga setelah ditanam di lahan, tanaman semangka memiliki pertumbuhan optimal dan menghasilkan buah semangka berkualitas. Jumlah bibit semangka untuk budidaya semangka cara seperti ini kurang lebih 8.000 tanaman/ha termasuk cadangan bibit penyulam. Kebutuhan benih kurang lebih 500-600 gram. Sebelum melakukan penyemaian benih, sebaiknya benih direndam dalam larutan fungisida sistemik berbahan aktif simokanil atau metalaksil, dosis/konsentrasi ½ dari dosis terendah yang dianjurkan pada kemasan selama 6 jam, baru kemudian benih disemai pada media. Untuk mempercepat perkecambahan benih permukaan media ditutup menggunakan kain goni (bisa juga menggunakan mulsa PHP) serta dijaga dalam keadaan lembab.

Pembukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila benih sudah berkecambah, baru kemudian benih disungkup menggunakan plastik transparan. Pembukaan sungkup dimulai pada jam 07.00-09.00, dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 5 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman bibit tanaman semangka jangan terlalu basah serta dilakukan setiap pagi. Penyemprotan menggunakan fungisida berbahan aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid dilakukan umur 8 hss (hari setelah semai), dosis/konsentrasi ½ dari dosis terendah.

Bibit berdaun sejati 4 helai siap dipindah tanam ke lahan. Penanaman sebaiknya dilakukan saat pagi hari sebelum jam 10.00 atau sore hari setelah jam 15.00 untuk menghindari tanaman mengalami stress tinggi akibat sengatan terik matahari. Cara penanamannya mula-mula lepaskan bibit beserta medianya dari polybag semai. Lakukan secara hati-hati agar media tidak pecah, setelah itu masukkan bibit ke dalam lubang tanam yang sudah dipersiapkan hingga leher akar tertutup tanah. Kemudian tanah di sekitar bibit sedikit dipadatkan menggunakan tangan. Usahakan posisi bibit setelah ditanam dalam keadaan tegak supaya tidak ada bagian bibit tanaman semangka yang menyentuh mulsa. Untuk memudahkan pemeliharan, pastikan bibit berukuran sama ditanam pada satu lokasi tertentu.

PEMELIHARAAN TANAMAN PADA BUDIDAYA SEMANGKA

Pada budidaya semangka, perawatan atau pemeliharaan tanaman harus dilakukan secara rutin semenjak setelah selesai penanaman hingga buah semangka dipanen. Upaya pemeliharaannya antara lain penyulaman, pemangkasan dan pembentukan tajuk, sanitasi lahan dan pengairan, pemupukan susulan, pemeliharaan buah, serta pengendalian hama penyakit tanaman.

Penyulaman Pada Budidaya Semangka

Penyulaman pada budidaya semangka paling lambat dilakukan umur 3 hari setelah tanam (HST) sampai umur tanaman 10 hari. Tanaman semangka yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam, hal ini akan berpengaruh terhadap perawatan tanaman semaangka serta pengendalian hama penyakit ketika berumur dewasa.

Pemangkasan dan Pembentukan Tajuk Tanaman Pada Budidaya Semangka

Pemangkasan merupakan kegiatan membuang cabang tidak produktif untuk membentuk percabangan optimum. Kegiatan ini bertujuan menyeragamkan pertumbuhan tanaman semangka, menjamin proses produksi berlangsung maksimal, menekan resiko serangan hama penyakit, serta merangsang tumbuhnya tunas-tunas produktif.

Umur 10-12 HST tanaman semangka mulai membentuk 5-6 helai daun sejati. Tahap ini merupakan waktu paling baik untuk melakukan pemangkasan bentuk. Pemotongan titik tumbuh dilakukan dengan menggunting sekitar 2 cm bagian paling pucuk menggunakan gunting, sebelumnya gunting dicelupkan ke dalam larutan fungisida. Tujuan pencelupan gunting ke dalam larutan fungisida untuk menghindari infeksi penyakit setelah pemotongan, terutama serangan cendawan. Sisa pemotongan jangan sampai berserakan di lahan karena berpotensi menjadi penular penyakit, sisa potongan tersebut harus dikumpulkan dan dimusnahkan segera setelah kegiatan pemangkasan selesai. Pemangkasan pucuk atau titik tumbuh jangan sampai terlambat karena akan berdampak terhadap produktivitas.

Tunas baru akan muncul 4-5 hari setelah pemotongan pucuk. Setelah tunas baru membentuk 4-5 ruas, lakukan pemilihan 3 tunas dengan pertumbuhan cepat dan seragam, tunas-tunas ini terus dipelihara menjadi tunas produktif. Ketiga tunas produktif tersebut diatur membentuk huruf W berjarak antarcabang 15-20 cm. Arahkan menjalar sesuai arah kemiringan bedengan. Tunas atau cabang yang tidak terpilih dipotong menggunakan gunting, gunting potong sebelumnya dicelupkan terlebih dahulu ke dalam larutan fungisida. Sisa potongan tunas tersebut dikumpulkan lalu segera dimusnahkan.

Agar hasil fotosintesis tidak digunakan untuk membentuk tunas tidak produktif, maka seluruh cabang sekunder di bawah ruas atau daun ke-14 dipotong, sebaiknya proses pemotongan dilakukan secara periodik.

Sanitasi Lahan dan Pengairan Budidaya Semangka

Sanitasi lahan pada budidaya semangka merupakan kegiatan membersihkan areal budidaya. Sanitasi lahan pada budidaya semangka ini meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan, pemusnahan ranting atau cabang bekas pemangkasan, serta pencabutan dan pemangkasan bagian tanaman semangka terserang hama penyakit. Kegiatan sanitasi lahan pada budidaya semangka bertujuan menjamin proses produksi berlangsung secara maksimal dengan menekan resiko serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta menekan persaingan dengan gulama untuk mendapatkan sinar matahari dan unsur hara.

Budidaya Tanaman semangka pada dasarnya tidak membutuhkan air yang terlalu banyak. Walaupun demikian proses fotosintesis sangat membutuhkan air. Oleh karena itu, pemberian air yang tepat seefisien mungkin akan membantu menekan biaya sekaligus menghasilkan produksi optimal. Pengairan atau irigasi adalah kegiatan memberi air sesuai kebutuhan tanaman di daerah perakaran dengan air yang memenuhi standar. Proses pengairan dilakukan pada waktu, cara, dan jumlah yang tepat untuk menjamin kebutuhan air bagi tanaman sehingga pertumbuhan dan proses produksinya berjalan dengan baik.

Saat sebelum tanam dan setelah tanam, bibit disiram cukup basah agar bibit tidak stress kekeringan sehingga dapat segera beradaptasi dengan kondisi di lahan. Tiga hari setelah tanam lakukan pengontrolan, jika terjadi kekeringan maka tanaman semangka yang baru dipindah ke lahan harus segera diairi. Hal ini perlu diperhatikan karena pada fase-fase ini akar tanaman semangka belum tumbuh dan masih dalam tahap penyesuaian diri dengan lingkungan barunya. Ketika musim kemarau pengairan dilakukan dua hari sekali sampai menjelang berbunga, atau sekitar 21 HST. Menjelang pembungaan atau sebelum bunga mekar perlu dilakukan penggenangan lahan setiap hari, hal ini bertujuan menjaga kerontokan bunga. Setelah memasuki proses pembungaan sebaiknya lahan tidak diairi dulu agar pembentukan buah semangka tidak terganggu serta buahnya tidak mudah pecah.

Sewaktu buah semangka sudah sebesar telur ayam perlu dilakukan pengairan, hal ini bertujuan menjaga kelembaban lahan agar tetap stabil serta ukuran buah bisa optimal. Setelah dilakukan seleksi buah semangka, kelembaban lahan perlu dijaga sampai sekitar 23 hari dari bunga mekar. Fase ini merupakan fase pembentukan buah, apabila kekurangan air kulit buah semangka akan mengeras, kemudian setelah diairi kembali buah semangka akan banyak yang pecah kemudian membusuk. Setelah 24 hari semenjak pembungaan, pengairan sedikit demi sedikit harus dikurangi. Hingga 10 hari menjelang panen, pengairan dihentikan agar lahan menjadi kering, hal ini dimaksudkan untuk memperoleh kadar gula tinggi dalam buah semangka, serta memudahkan pemanenan semangka.

Pemupukan Susulan Budidaya Semangka

Tanaman semangka merupakan tanaman berumur pendek. Disamping itu, pertumbuhan tanaman semangka juga sangat cepat. Pemberian pupuk dasar saat persiapan lahan masih belum mencukupi untuk pencapaian produksi optimal. Oleh karena itu, pemupukan susulan budidaya semangka perlu dilakukan, bertujuan memberikan unsur hara tambahan pada tanaman semangka agar nutrisi tanaman terpenuhi sehingga menjamin pertumbuhan secara optimal serta menghasilkan produksi bermutu sesuai standar kualitas produk.

Pupuk akar diberikan dengan cara pengocoran. Pupuk susulan pertama diberikan umur 5 hst menggunakan pupuk NPK 15-15-15, dosis 3kg NPK 15-15-15, 1kg ZK dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman diberikan 200ml.

Pupuk susulan kedua diberikan umur 15 hst menggunakan pupuk NPK 15-15-15, dosis 4kg NPK 15-15-15, 2kg ZK dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman diberikan 200ml.

Pupuk susulan ketiga diberikan setelah seleksi buah (25-30 hst) menggunakan pupuk NPK 15-15-15, dosis 4kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman diberikan 200ml.

Pupuk susulan keempat diberikan 7-10 hari setelah pemupukan ketiga menggunakan pupuk NPK 15-15-15, dosis 4kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman diberikan 200ml.

Pemeliharaan Buah Semangka

Buah semangka yang sudah terbentuk perlu diseleksi dan dipelihara agar pertumbuhan ukurannya maksimal sesuai deskripsi varietas serta mencapai standar mutu yang ditetapkan oleh pasar tujuan. Langkah pemeliharan buah semangka mencakup seleksi buah dan pembalikan buah. Seleksi buah semangka ditunjukan untuk mendapatkan buah semangka dengan pertumbuhan paling optimum dan berbentuk sempurna. Untuk tujuan budidaya semangka varietas berukuran besar, sebaiknya dipilih 1 buah semangka yang memiliki pertumbuhan paling baik. Seleksi buah dilakukan ketika buah semangka yang terbentuk sudah berukuran sebesar telur ayam. Pilih satu diantara buah semangka yang terbentuk pada 3 cabang. Kriteria buah semangka pilihan adalah buah yang memiliki pertumbuhan paling bagus. Bila pertumbuhan buah semangka seragam, pilih dari cabang yang paling vigor. Untuk varietas berbobot buah kecil (kurang dari 2 kg), pada satu tanaman dapat dibesarkan 2-3 buah. Buah semangka dipelihara dipilih yang berada di cabang yang berbeda dengan posisi ruas yang seragam, yaitu pada ruas 13-15 agar keseragaman buah semangka dapat terpenuhi.

Pemotongan terhadap buah semangka yang tidak lolos seleksi dilakukan saat cuaca panas setelah pukul 09.00. Hal ini dimaksudkan agar menghindari infeksi penyakit pada bekas potongan buah. Buah semangka yang tidak dipilih dipotong menggunakan gunting, sebelumnya gunting direndam terlebih dahulu dalam larutan fungisida. Buah semangka hasil potongan dikumpulkan untuk segera dimusnahkan.

Pembalikan buah semangka merupakan kegiatan membalik buah agar bagian buah semangka di bawah bertukar posisi dengan bagian buah yang berada di atas. Hal ini bertujuan mengurangi kelembaban berlebihan pada salah satu sisi buah semangka serta memberikan penyinaran berimbang pada seluruh bagian buah.

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT PADA BUDIDAYA SEMANGKA

HAMA TANAMAN SEMANGKA

Gangsir

Hama gangsir menyerang batang tanaman muda terutama tanaman semangka yang baru saja pindah tanam. Serangan gangsir dilakukan di malam hari, dengan cara memotong batang tanaman semangka tetapi tidak memakannya. Hama ini bersembunyi di dalam tanah dengan membuat liang dalam tanah, keberadaan gangsir dapat dicirikan adanya onggokan tanah pada muka liang. Cara pengendalian hama gangsir dalaam budidaya semangka ini adalah dengan pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.

Ulat Tanah

Hama ulat tanah jenis ini juga menyerang tanaman semangka di malam hari, sedangkan siang harinya bersembunyi di dalam tanah atau di balik mulsa PHP. Ulat tanah menyerang batang tanaman muda dengan cara memotongnya, sehingga sering dinamakan juga ulat pemotong. Cara pengendalian hama ulat tanah dalam budidaya semangka adalah dengan pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.

Ulat Grayak

Ulat grayak menyerang daun tanaman semangka bersama-sama dalam jumlah sangat banyak, hama ulat jenis ini biasanya menyerang tanaman semangka di malam hari. Pengendalian ulat grayak dalam budidaya semangka adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk kemasan.

Ulat Jengkal

Gejala serangan ulat jengkal ditandai pada tepi daun muda terdapat bekas gigitan serangga, makin lama makin ke tengah hingga tersisa tulang daunnya. Pengendalian hama ulat jengkal dalam budidaya semangka adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Thrips

Serangan hama thrips ditandai adanya bercak-bercak keperakan pada daun tanaman semangka terserang. Hama ini lebih suka mengisap cairan daun muda sehingga menyebabkan daun tanaman semangka terserang mengeriting, akhirnya tanaman semangka menjadi kerdil. Pengendalian hama thrips dalam budidaya semangka adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Kutu Daun

Hama kutu daun mengisap cairan tanaman semangka terutama pada daun muda, kotoran dari hama kutu jenis ini berasa manis sehingga mengundang semut. Daun tanaman semangka terserang mengalami klorosis(kuning), menggulung, mengeriting, akhirnya tanaman semangka menjadi kerdil. Pengendalian hama kutu daun dalam budidaya semangka adalah dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk kemasan.

Kutu Kebul

Hama ini berwarna putih, bersayap, tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Hama kutu kebul menyerang serta menghisap cairan sel daun sehingga sel-sel dan jaringan daun rusak. Pengendalian hama kutu kebul dalam budidaya semangka adalah dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk kemasan.

Tungau

Hama tungau bersembunyi di balik daun kemudian menghisap cairan daun. Daun semangka terserang berwarna kecoklatan, terpelintir, serta permukaan bawah daunnya terdapat benang-benang halus berwarna merah atau kuning. Pengendalian tungau adalah dengan cara penyemprotan insektisida akarisida berbahan aktif  propargit, dikofol, tetradifon, piridaben, klofentezin, amitraz, abamektin, atau fenpropatrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Kumbang Daun

Kumbang daun dinamakan juga oteng-oteng. Serangannya ditandai adanya bekas gigitan serangga membentuk guratan-guratan konsentris pada daun. Selain merusak daun kumbang ini juga merusak bunga semangka. Pengendalian hama kumbang daun adalah dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Lalat Buah

Lalat betina dewasa menyerang buah semangka dengan cara menyuntikkan telurnya ke dalam buah, kemudian telur berubah menjadi larva, telur-telur ini akhirnya menggerogoti buah semangka sehingga buah menjadi busuk. Pengendalian lalat buah dapat menggunakan perangkap lalat (sexpheromone), caranya : metil eugenol dimasukkan dalam botol aqua, diikatkan botol aqua pada bambu dengan posisi horisontal, atau dapat pula menggunakan buah-buahan yang aromanya disukai lalat (misal nangka, timun) kemudian dicampur insektisida berbahan aktif metomil. Selain itu juga dapat dilakukan penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Tikus

Hama tikus menyerang buah semangka sewaktu malam hari, sedangkan siang hari biasanya hama ini bersembunyi dalam sarang. Cara pengendalian hama tikus dapat dengan memberikan umpan yang telah dicampur rodentisida, campuran ini ditaruh di depan lubang tikus yang masih aktif, ditandai adanya sisa-sisa makanan baru pada lubang atau terlihat bekas dilalui tikus. Selain itu bisa juga dengan cara, pada lubang sarang aktif diberi karbit, siram menggunakan air kemudian lubang ditutup lagi dengan tanah agar gas yang ditimbulkan oleh karbit tidak keluar.

Nematoda

Serangan nematoda ditandai adanya bintil-bintil pada akar. Nematoda merupakan cacing tanah berukuran sangat kecil, hama ini merupakan cacing parasit yang menyerang bagian akar tanaman semangka. Bekas gigitan cacing ini akhirnya menyebabkan serangan sekunder, seperti layu bakteri, layu fusarium, busuk phytopthora atau cendawan lain penyerang akar. Cara pengendalian nematoda adalah dengan pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.

PENYAKIT TANAMAN SEMANGKA

Rebah Semai

Rebah semai biasa menyerang tanaman semangka pada fase pembibitan. Cara pengendalian penyakit ini menggunakan penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf. Dosis/konsentrasi ½ dari dosis terendah yang tertera pada kemasan.

Layu Bakteri

Penyakit layu bakteri sering menggagalkan budidaya semangka, Serangannya disebabkan oleh bakteri. Upaya pengendalian layu bakteri antara lain meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan secara kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin, dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan. Sebagai pencegahan, secara biologi berikan trichoderma saat persiapan lahan, pada umur 20hst dan 35 hst dilakukan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah, contoh wonderfat. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.

Layu Fusarium

Gejala yang ditimbulkan oleh layu fusarium hampir sama dengan layu bakteri, yang membedakan hanyalah penyebabnya. Layu fusarium disebabkan oleh serangan jamur. Upaya pengendalian penyakit layu fusarium antara lain meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan secara kimiawi menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida, dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan. Sebagai pencegahan, secara biologi dapat diberikan trichoderma saat persiapan lahan, pada umur 20hst dan 35 hst dilakukan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah, contoh wonderfat. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.

Busuk Phytopthora

Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman semangka. Batang terserang ditandai bercak coklat kehitaman serta kebasah-basahan. Serangan serius menyebabkan tanaman semangka layu. Daun semangka terserang seperti tersiram air panas. Buah terserang ditandai adanya bercak kebasah-basahan yang menjadi coklat kehitaman serta lunak. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil atau dimetomorf dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.

Gummy Stem Blight

Penyakit ini bermula dari bagian bawah batang tanaman semangka nampak seperti tercelup minyak, selanjutnya mengeluarkan cairan berwarna merah cokelat, akhirnya tanaman semangka mati. Daun terserang ditandai bercak bundar melekuk ke dalam berwarna cokelat kehitaman lama kelamaan daun akan mengering. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, tridemorf, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.

Powdery Mildew

Gejala powdery mildew diawali dengan bercak bulat kecil berwarna keputihan pada permukaan bagian bawah daun. Kemudian bercak akan menyatu dan berkembang ke permukaan daun bagian atas sehingga daun seperti diselimuti tepung. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.

Downy Midew

Terdapat bercak berwana kuning muda pada permukaan daun yang dibatasi oleh tulang daun, sedangkan permukaan bagian bawahnya terdapat massa spora berwarna kehitaman. Serangan parah menyebabkan pembusukan tulang daun yang akhirnya menyebabkan tanaman semangka mati. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.

Antraknosa

Antraknosa sering juga diistilahkan dengan nama patek. Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman semangka, ditandai adanya bercak agak bulat berwarna cokelat muda, lalu berubah menjadi cokelat tua sampai kehitaman. Semakin lama bercak melebar, menyatu akhirnya daun mengering. Gejala lain adalah bercak bulat memanjang berwarna kuning atau cokelat. Buah semangka terserang akan nampak bercak agak bulat serta berlekuk berwarna cokelat tua, disini cendawan akan membentuk massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.

Bercak Daun

Penyakit bercak daun dalam budidaya semangka disebabkan oleh serangan bakteri, bakteri ini berkembang pesat terutama saat musim hujan. Serangan ditandai adanya bercak putih dan bersudut karena dibatasi tulang daun. Kemudian bercak berubah menjadi cokelat kelabu serta bagian bawah daun mengeluarkan cairan, akhirnya daun semangka mengering. Pengendalian penyakit bercak daun menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin, atau dari golongan anorganik seperti tembaga. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.

Virus

Virus merupakan penyakit yang sangat berpotensi menimbulkan kegagalan budidaya semangka terutama saat musim kemarau. Gejala serangan umumnya ditandai pertumbuhan tanaman semangka mengerdil, daun mengeriting serta terdapat bercak kuning kebasah-basahan. Penyakit virus sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya. Penyakit virus ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vektor atau penular. Beberapa hama yang sangat berpotensi menjadi penular virus diantaranya adalah thrips, kutu daun, kutu kebul, dan tungau. Manusia dapat juga berperan sebagai penular virus, baik melalui alat-alat pertanian maupun tangan terutama saat pemangkasan. Beberapa upaya penanganan virus antara lain : membersihkan gulma (karena gulma berpotensi menjadi inang virus), mengendalikan hama/serangga penular virus, memusnahkan tanaman semangka terserang virus, kebersihan alat serta memberi pemahaman kepada tenaga kerja agar tidak ceroboh saat melakukan penanganan terhadap tanaman semangka.

Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit Budidaya Semangka :


Pengendalian hama gangsir, ulat tanah, nematoda dilakukan secara bersamaan cukup satu kali pemberian insektisida, yaitu 1gram per lubang tanam.

Pengendalian hama ulat grayak, ulat jengkal, thrips, kutu daun, kutu kebul, tungau, kumbang daun, lalat buah dan penyakit menggunakan pestisida harus dilakukan berseling atau penggantian bahan aktif yang tertera di atas setiap kali melakukan penyemprotan (jangan menggunakan bahan aktif yang sama secara berturut-turut).

Penyakit Fisiologis Tanaman Semangka

Penyebab dari penyakit fisiologis adalah iklim yang ekstrim, ketidakseimbangan unsur hara, serta kandungan mineral berbahaya. Beberapa penyakit fisiologis yang sering dialami pada budidaya semangka adalah :

Busuk Ujung Buah (blossom-end rot)

Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan kalsium. Serangan penyakit akan lebih berat apabila budidaya semangka dilakukan di daerah dengan udara panas, kering, dan berangin yaitu ketika terjadi kondisi kekurangan air. Gejala akibat kekurangan kalsium adalah gugur buah dan terdapat busuk berwarna cokelat di ujung buah. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan pemberian pupuk berkandungan kalsium tinggi.

Pecah Daging Buah

Masalah ini disebut juga internal cracking, disebabkan oleh pertumbuhan labil (tidak stabil), yaitu terlalu cepat pada satu fase dan terlalu terlambat pada fase selanjutnya atau sebaliknya. Gejala penyakit pecah daging buah adalah buah berbentuk tidak normal serta berasa hambar. Daging buah tidak sempurna dan retak-retak. Pengendalian penyakit ini dengan perlakukan tanaman secara tepat sesuai teknik budidaya semangka seperti diuraikan di atas, mulai dari pengairan, pemangkasan, pemupukan, serta pengendalian hama penyakit.

Rasa Buah Tidak Manis

Pada kondisi tertentu buah semangka berasa hambar. Hal ini biasanya terjadi karena kekurangan berbagai unsur hara, terutama unsur kalium, magnesium, boron. Pengendalian masalah ini dapat dilakukan dengan pemupukan berimbang sesuai cara pemupukan di atas.

Tanaman Kerdil

Tanaman semangka tampak kerdil beruas pendek. Batang tanaman menjadi kaku, terdapat beberapa luka/retakan yang mengeluarkan lendir berwarna cokelat kekuningan. Batang mudah patah, jika serangan berlanjut hingga tanaman dewasa, tanaman semangka sulit menghasilkan buah, kalaupun berbuah bentuknya tidak normal. Pengendalian penyakit ini dengan memberikan pupuk mikro berkandungan boron tinggi, seperti pupuk borate, dosis/konsentrasi 2 g/tanaman.

Daun Menguning Dari Bagian Tepi

Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan unsur kalium. Gejala penyakit fisiologis kekurangan unsur kalium ini adalah terjadinya perubahan warna daun menjadi kuning muda dimulai dari bagian tepi daun. Semakin lama warna kuning berubah menjadi cokelat serta salah satu sisinya robek sehingga daun nampak bergerigi. Tanaman kekurangan kalium memiliki daya tahan rendah terhadap serangan hama penyakit maupun kekeringan. Selain itu, rasa buah juga kurang manis. Pengendalian penyakit ini adalah dengan pemupukan berimbang seperti cara pemupukan di atas, bila perlu tambahkan pupuk dengan kandungan kalium tinggi, seperti KNO3 saat melakukan pemupukan susulan.

Klorosis Pada Tulang Daun

Penyebab penyakit ini adalah kekurang unsur hara magnesium. Unsur magnesium berfungsi dalam membentuk klorofil (zat hijau daun) serta mengaktifkan enzim-enzim dalam proses metabolisme. Gejala kekuarangan unsur ini ditandai dengan klorosis diantara tulang daun, warna daun menguning, terdapat bercak merah kecoklatan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau. Untuk mengatasi kekurangan unsur magnesium dapat dilakukan dengan pengapuran dan penyemprotan pupuk daun berkandungan magnesiun tinggi, misal magnesium sulfat.

PANEN


Panen merupakan kegiatan memetik buah semangka siap panen atau mencapai kematangan optimal sesuai standar yang ditentukan oleh pasar. Tujuannya adalah untuk memperoleh hasil sesuai dengan tingkat kematangan buah. Umumnya produk hortikultura merupakan produk yang cepat sekali rusak. Meskipun mutunya bagus, tetapi jika pemanenan dilakukan dengan cara tidak benar maka akan menurunkan kualitasnya. Penentuan saat panen didasarkan pada umur ketika terjadi penyerbukan. Panen dilakukan sekitar 27-30 hari setelah penyerbukan. Selain itu, panen juga dapat ditentukan dengan melihat ciri-ciri fisik buah sebagai berikut :
  1. Warna dan tekstur kulit buah semangka terlihat bersih, jelas, serta mengkilap.
  2. Sulur kecil yang berada di belakang tangkai buah telah berubah warna menjadi cokelat tua serta mengering.
  3. Bila buah semangka diketuk menggunakan jari terdengar suara agak berat.
  4. Tangkai buah semangka mengecil hingga terlihat tidak sebanding dengan ukuran buah itu sendiri.
  5. Bagian buah semangka yang terletak di atas landasan berubah warna dari putih menjadi kuning tua.
Untuk menjaga kualitas buah semangka yang dicapai selama masa produksi, buah semangka siap panen harus segera dipetik dengan tepat. Hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan antara lain :
  1. Panen sebaiknya dilakukan di pagi hari agar buah semangka lebih manis serta tahan penyimpanan. Panen saat sore hari juga dapat dilakukan asal tidak hujan atau sehabis hujan.
  2. Tangkai buah semangka dipotong sekitar 3-5 cm dari pangkal buah.
  3. Buah semangka hasil pemanenan dikumpulkan dalam keranjang, diberi alas dan diletakkan di tempat teduh, tidak terkena sinar matahari langsung.


SEMANGKA

More aboutBUDIDAYA SEMANGKA

BUDIDAYA BAWANG MERAH DARI BIJI

CARA MENANAM BAWANG MERAH

Bawang merah merupakan salah satu jenis sayuran bernilai ekonomis tinggi. Tanaman ini dapat diandalkan sebagai sumber penghasilan petani, pendapatan negara, penyumbang keanekaragaman bahan pangan serta kecukupan gizi. Salah satu upaya meningkatkan produktifitas dan kualitas bawang merah yang sesuai dengan permintaan konsumen adalah penggunaan bibit berupa benih atau biji (true shallot seed = TSS). Keuntungan usahatani bawang merah dengan biji ini antara lain dapat menurunkan biaya produksi, penyimpanan serta distribusinya lebih mudah, disamping itu juga dapat menciptakan varietas unggul baru. Budidaya bawang merah memerlukan air yang cukup terutama saat pembentukan umbi. Tanaman bawang merah yang kekurangan air pada fase pembentukan umbi dapat mengakibatkan penurunan produksi secara signifikan. Hal utama dalam budidaya bawang merah adalah menjaga tanah dalam keadaan cukup lembab.

SYARAT TUMBUH TANAMAN BAWANG MERAH

Tanaman bawang merah memerlukan curah hujan antara 100-200 mm/bulan dengan ketinggian tempat optimal 10-200 mdpl. Meskipun demikian, bawang merah masih dapat tumbuh dan berproduksi di ketinggian sampai dengan 800 mdpl. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman bawang merah 20-30°C. Intensitas sinar matahari penuh tanpa naungan, lama penyinaran 12 jam. Tanaman bawang merah dapat beradaptasi pada kelembaban udara (rH 80-90%). Kelembaban udara dan kelembaban tanah yang relatif tinggi (> 90%) dapat merangsang terjadinya serangan penyakit. Angin sepoi-sepoi berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan pembentukan umbi bawang merah. Tanaman bawang merah membutuhkan tanah gembur, subur, banyak mengandung bahan organik, serta mudah menyediakan air dengan aerasi udara baik dan tidak becek. Budidaya bawang merah dapat dilakukan pada lahan sawah maupun lahan kering.

PELAKSANAAN TEKNIS BUDIDAYA BAWANG MERAH

Pengukuran pH tanah diperlukan untuk menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pengukuran bisa menggunakan kertas lakmus, pH meter, atau cairan pH tester. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan secara zigzag.

PELAKSANAAN BUDIDAYA BAWANG MERAH

Persiapan Lahan Budidaya Bawang Merah

Persiapan lahan meliputi pembajakan dan penggaruan tanah, pencangkulan sedalam 30 cm (dikeringanginkan selama 15 hari), pembuatan bedengan dengan lebar 80-100 cm serta tinggi 30 cm (lahan kering) dan 60 cm (lahan sawah) dengan lebar parit 30-40 cm, pemberian pupuk kandang yang sudah difermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 1,2 ton/ha, persiapan selanjutnya melakukan pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah, kemudian dilakukan penugalan untuk pembuatan lubang tanam.

Persiapan Bibit dan Penanaman Budidaya Bawang Merah

Persiapan pembibitan bawang merah membutuhkan rumah atau sungkup pembibitan untuk melindungi bibit muda. Kebutuhan benih bawang merah sebanyak 3 kg/ha. Pilih lokasi persemaian yang tanahnya subur dan intensitas cahaya matahari sempurna. Cangkul tanah sedalam 30 cm hingga gembur, kemudian keringanginkan selama 2 minggu. Buat bedengan dengan ukuran lebar 80-100 cm dan tinggi 30 cm. Berikan pupuk kandang yang telah difermentasi sebanyak 2 kg/m2, NPK 15-15-15 sebanyak 10 gram/m2. Buat alur-alur dangkal dengan arah alur memotong panjang bedengan. Jarak antaralur 5-10 cm. Tebar biji bawang merah secara merata pada alur kemudian tutup tipis dengan tanah. Untuk mempercepat perkecambahan benih permukaan media ditutup menggunakan kain goni (bisa juga menggunakan mulsa PHP), dijaga dalam keadaan lembab.

Pembukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila benih sudah berkecambah, baru kemudian benih disungkup menggunakan plastik transparan. Pembukaan sungkup dimulai jam 07.00 - 09.00, dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 7 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi. Penyemprotan menggunakan fungisida berbahan aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid dilakukan pada umur 15 hss (hari setelah semai). Dosis/konsentrasi ½ dosis terendah.

Bibit bawang merah berumur 30 hari siap untuk di tanam. Sebelum ditanam, bibit yang telah dicabut direndam dalam larutan karbofuran (konsentrasi 1 gr/ liter selama 2 jam). Penanaman berjumlah satu tanaman per titik tanam, usahakan posisi berdiri tegak. Jarak tanam ideal untuk musim kemarau 10 cm x 5 cm sedangkan untuk musim penghujan bisa diperlebar 10 cm x 10 cm. Padatkan tanah dekat pangkal batang secara pelan.

PEMELIHARAAN BUDIDAYA BAWANG MERAH

Penyulaman Budidaya Bawang Merah

Penyulaman dilakukan sampai umur tanaman 2 minggu. Tanaman bawang merah yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam. Hal ini akan berpengaruh terhadap keseragaman pemanenan.

Sanitasi Lahan dan Pengairan Budidaya Bawang Merah

Sanitasi lahan budidaya bawang merah meliputi : pengendalian gulma/rumput (penyiangan), pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan serta pencabutan tanaman bawang merah yang terserang hama penyakit. Penyiangan dilakukan sebelum melakukan pemupukan susulan baik pemupukan susulan pertama maupun kedua. Penyiangan gulma dapat dicabut secara manual atau menggunakan alat gosrok/landak.
Pengairan diberikan secara terukur, dengan penggenangan atau pengeleban dua hari sekali selama 15-30 menit tergantung kondisi kelembaban tanah.

Pemupukan Susulan Budidaya Bawang Merah

Pemupukan susulan budidaya bawang merah meliputi pupuk akar dan pupuk daun. Pupuk akar diberikan secara larikan, dibenamkan dalam tanah sedalam 10 cm sebanyak 2 kali. Pemupukan pertama dilakukan umur 10 hari setelah tanam (HST) menggunakan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/ha dan urea sebanyak 50 kg/ha. Pemupukan kedua dilakukan umur 30 HST menggunakan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200 kg/ha.
Pupuk daun kandungan Nitrogen tinggi diberikan umur 14 hst dengan konsentrasi 2 gr/liter, sedangkan pupuk daun kandungan Phospat serta kalium tinggi diberikan umur 30 hst dan 45 hst. Pemupukan phospat dan kalium tinggi menggunakan pupuk MKP dengan konsentrasi 2 gr/liter pada umur 30 hst, dan konsentrasi 4 gr/lliter pada umur 45 hst.

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT TANAMAN BAWANG MERAH

HAMA TANAMAN BAWANG MERAH

Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufn.)

Larva ulat tanah aktif menyerang tanaman bawang merah pada malam hari dengan cara memotong pangkal batang tanaman muda. Sedangkan siang harinya larva ulat bersembunyi di dalam celah-celah tanah, biasanya dengan posisi tubuh melingkar. Pengendalian hama ini secara kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif karbofuran. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Hama Putih (Thrips tabaci Lind.)

Siklus hidup Thrips berlangsung selama 3 minggu. Di daerah tropis, siklus hidup Thrips hanya berlangsung selama 7-12 hari, sehingga dalam satu tahun dapat mencapai 5-10 generasi. Setiap ekor Thrips betina dapat menghasilkan telur sebanyak 80-120 butir selama hidupnya. Gejala serangan dapat diamati pada daun muda atau pucuk daun. Nimfa dan imago menyerang tanaman bawang merah dengan cara menghisap cairan daun. Bagian tanaman terserang akan ternoda berwarna putih mengkilap seperti perak, kemudian berubah menjadi kecoklatan berbintik hitam. Serangan berat menyebabkan tanaman mati serta umbi yang dihasilkan berukuran kecil bermutu rendah. Pengendalian hama Thrips menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Ulat Bawang

Ulat bawang tanaman bawang merah adalah Spodoptera exiqua. Larva ulat bawang menyerang tanaman bawang merah dengan cara membuat lubang pada daun bagian ujung, kemudian masuk ke dalam daun dan memakan daun bagian dalam tetapi epidermis bagian luar tetap dibiarkan, akibatnya daun tersebut tampak bercak-bercak berwarna putih, apabila diterawang tembus cahaya. Jika populasi ulat bawang sangat banyak dapat menyerang umbi bawang merah. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

PENYAKIT TANAMAN BAWANG MERAH

Layu Fusarium

Layu Fusarium menyerang tanaman bawang merah pada bagian dasar umbi lapis, sehingga pertumbuhan akar dan umbi bawang merah terganggu. Gejala serangan dapat diamati secara visual, yaitu daun menguning cenderung terpelintir, tanaman mudah dicabut karena akar membusuk. Pada dasar umbi terlihat cendawan putih, sedangkan pada umbi lapis jika dipotong membujur terlihat pembusukan yang berawal dari dasar umbi kemudian meluas ke atas maupun ke samping. Tanaman mati mulai dari ujung daun kemudian menjalar hingga ke pangkal daun. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman bawang merah yang terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan kimiawi menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Ngelumpruk

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Stemhylium vesicarium (Wallr Simmons). Gejala serangan penyakit ngelumpruk pada tanaman bawang merah adalah terdapat bercak kekuningan yang tumbuh sangat banyak pada seluruh bagian tanaman. Penyebaran penyakit berlangsung sangat cepat sesuai dengan arah bertiupnya angin di areal pertanaman. Cendawan Stemhylium vesicarium mampu mematikan tanaman secara serentak. Kumpulan tanaman yang mati serentak terlihat seperti tersiram air panas. Pada kondisi kelembaban udara tinggi dan berangin, maka infeksi dapat secara tunggal maupun berasosiasi dengan cendawan Alternaria porri. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Bercak Cercospora

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Cercospora duddidae (Walles). Gejala serangan penyakit bercak Cercospora pada tanaman bawang merah adalah terjadinya bercak klorosis pada ujung daun dan sering tampak terpisah dengan infeksi pada pangkal batang. Daun tampak belang-belang. Bercak klorosis berbentuk bulat berwarna pucat dan bergaris tengah 3-5 mm. Pusat bercak berwarna cokelat serta terdapat bintik-bintik yang merupakan konidiofora jamur. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Bercak Alternaria

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Alternaria porri (Ell.) Cif. Gejala serangan penyakit bercak Alternaria pada tanaman bawang merah adalah adanya bercak pada daun dengan pusat bercak berwarna ungu atau lebih gelap. Pada daerah tersebut dapat ditemukan konidiofor yang mampu berkecambah membentuk konidiospora. Infeksi awal pada tanaman bawang merah ditandai adanya bercak berukuran kecil, melekuk ke dalam, berwarna putih dengan pusat bercak berwarna ungu atau abu-abu. Apabila cuaca lembab, bercak berkembang hingga menyerupai cincin, bagian tengahnya berwarna ungu dan tepinya kemerahan serta dikelilingi warna kuning yang dapat meluas. Ujung daun mengering atau bahkan patah. Permukaan bercak pada akhirnya berwarna cokelat kehitaman. Serangan parah berlanjut ke umbi, menyebabkan umbi membusuk berwarna kuning lalu menjadi merah kecokelatan. Umbi membusuk dan berair dimulai dari bagian leher, kemudian jaringan umbi yang terinfeksi mengering serta berwarna gelap. Penyakit bercak daun Alternaria porri dapat dikendalikan secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Embun Bulu

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Peronospora destructor (Berk) Casp. Serangan cendawan Peronospora destructor bersifat sistemik dan lokal. Gejala serangan penyakit embun bulu pada tanaman bawang merah terjadi pada awal pertumbuhan. Infeksi terlihat terutama saat daun basah terkena embuh, terlihat warna putih menyerupai bulu-bulu halus. Apabila tanaman mampu bertahan hidup, maka pertumbuhannya akan terhambat, daun berwarna hijau pucat. Infeksi pada daun mampu menyebar ke bawah mencapai umbi lapis, kemudian menjalar ke seluruh lapisan hingga berwarna cokelat. Penyakit embun bulu dapat dikendalikan secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Antraknosa

Antraknosa pada tanaman bawang merah adalah cendawan Colletrotichum gloespoiroides Penz. Kerusakan tanaman bawang merah akibar serangan penyakit antraknosa bisa mencapai 50-100%. Penyakit ini sangat berpotensi menimbulkan kegagalan. Gejala serangan dapat dilihat secara fisiologis, tanaman mati serentak secara cepat. Serangan awal ditandai adanya gejala bercak putih pada daun, selanjutnya akan terbentuk lekukan ke dalam (invaginasi), berlubang dan patah karena terkuai tepat pada bercak tersebut. Jika serangan berlanjut akan membentuk koloni konidia berwarna merah muda, lalu berubah menjadi cokelat tua, dan akhirnya menjadi kehitaman. Umbi akan membusuk serta daun mengering. Penyakit antraknosa dapat dikendalikan secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb.

PANEN

Tanaman bawang merah dapat dipanen pada umur 60-70 hss di dataran rendah, 80-100 hss di dataran tinggi. Tanaman bawang merah siap panen ditandai sebagai berikut :
  1. Pangkal daun jika dipegan sudah lemah.
  2. 70-80% daun berwarna kuning.
  3. Daun bagian atas mulai rebah.
  4. Umbi bawang merah kelihatan tersembul di atas permukaan tanah
  5. Sudah terjadi pembentukan pigmen merah dan timbulnya bau bawang merah yang khas, serta terlihat warna merah tua atau merah keunguan pada umbi bawang merah.

Panen sebaiknya dilakukan dalam keadaan kering dan cuaca cerah. Untuk menghindari umbi tertinggal dalam tanah, 1-2 hari sebelum panen dilakukan penyiraman terlebih dahulu menggunakan air. Panen dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman secara hati-hati, kemudian setiap satu genggam diikat dengan 1/3 daun bagian atas. Pengikatan bertujuan untuk memudahkan penanganan berikutnya.


BAWANG MERAH

More aboutBUDIDAYA BAWANG MERAH DARI BIJI

KANDUNGAN DAN MANFAAT JERUK

JERUK

Buah jeruk merupakan buah yang paling banyak dijumpai di seluruh kota. Buah ini sudah sangat dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat. Selain enak, buah jeruk juga memiliki banyak manfaat. Namun, dari berbagai jenis jeruk masing-masing mempunyai manfaat yang berbeda-beda.

Kandungan Dan Manfaat Jeruk Nipis (Citrus auranfolia)

Jeruk nipis selain mengandung vitamin juga mengandung senyawa kimia antara lain limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren, sitral, dan asam sitrat. Kandungan dalam 100 gram buah jeruk nipis adalah vitamin C 27 mg, Ca 40 mg, fosfor 22 mg, hidrat arang 12,4 g, vitamin B1 0,04 mg, zat besi 0,6 mg, lemat 0,1 g, kalori 37 kkal, protein 0,8 g, dan air 86 g.

Jeruk nipis mampu menghambat pembentukan kristal oksalat yang merupakan penyebab penyakit batu ginjal. Jeruk nipis juga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti amandel, sesak napas, influensa, sembelit, batuk, ambien, malaria, demam, disentri, perut mulas saat haid, terlambat haid, bahkan keriput wajah.

Kandungan Dan Manfaat Jeruk Lemon (Citrus medica Linn)

Jeruk lemon mengandung bioflavanoid yang berperan sebagai antioksidan pencegah kanker. Flavanoid jeruk lemon berfungsi menghalangi oksidasi LDL sehingga aterosklerosis penyebab penyakit jantung dan stroke bisa dihindari. Jeruk lemon juga kaya akan kandungan serat yang berupa pektin. Pektin ini baik untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida. Selain kandungan flavanoid dan serat, jeruk lemon juga mengandung vitamin C, vitamin B, vitamin E, natrium, dan beberapa mineral mikro yang dibutuhkan tubuh untuk sistem imunitas serta mencegah virus penyebab influenza.

Kandungan Dan Manfaat Jeruk Bali (Citrus maxima)

Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari mengkonsumsi jeruk bali. Bentuk buahnya yang besar dengan cita rasa yang manis, asam dan segar mampu mengundang selera konsumen untuk mengkomsumsi buah ini. Jeruk bali mengandung flavonoid, pektin dan lycopene yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan senyawa ini menjadikan jeruk bali mampu mencegah kanker, menurunkan kolesterol, menurunkan resiko penyakit jantung, mencegah anemia, mencegah konstipasi, melancarkan saluran pencernaan serta menjaga kesehatan kulit. Selain kandungan senyawa kimia  tersebut, jeruk bali juga mengandung provitamin A, vitamin B, vitamin B1, vitamin B2 dan asam folat.

Kandungan Dan Manfaat Jeruk Manis/Orange (Citrus aurantium)

Jeruk manis/orange mengandung betakaroten dan bioflavanoid yang dapat memperkuat dinding pembuluh darah kapiler. Kandungan flavanoidnya seperti flavanpis berfungsi sebagai antioksidan penangkal radikal bebas penyebab kanker. Falavanoid juga menghalangi reaksi oksidasi LDL yang menyebabkan darah mengental dan mencegah pengendapan lemak pada dinding pembuluh darah. Kandungan pektin jeruk banyak terdapat pada buah dan kulit jeruk. Pektin bermanfaat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Selain itu, jeruk juga kaya akan kandungan gula buah dan serat. Kandungan buahnya bermanfaat untuk memulihkan energi dengan cepat, sedangkan kandungan seratnya membantu memperlancar proses pencernaan dan berfungsi mengikat zat karsinogen dalam saluran pencernaan sehingga mampu membantu menyembuhkan kanker kolon, wasir serta sembelit.

Tiap 100 gram jeruk manis mengandung energi 51 kkal, protein 0,9 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 11,4 g, kalsium 33 mg, fosfor 23 mg, besi 0,4 mg, retinol 57 mcg dan asam askorbat 49 mg.



Artikel Terkait
  • MANFAAT TOMAT

    Tomat merupakan salah satu jenis tanaman yang mempunyai manfaat ganda, yaitu sebagai buah dan sayur. Tanaman ini banyak dikonsumsi sebagai buah karena rasanya enak, segar dan kaya akan nilai gizi. Buah tomat yang berasa agak asam ini lebih banyak disukai orang ketika telah masak dan berwarna merah. Dan tenyata buah tomat berwarna merah lebih banyak mengandung vitamin A dan vitamin C lima kali lebih banyak daripada buah tomat berwarna hijau. Tingkat kematangan tomat menentukan kandungan vitamin C-nya. Semakin matang buah tomat semakin banyak mengandung vitamin C. Selain mengandung vitamin A dan vitamin C, buah ini juga mengandung vitamin B sekalipun dalam jumlah kecil....
  • MANFAAT SIRSAK

    Sirsak merupakan tanaman tropis dengan buah berasa dan beraroma. Selain mengandung berbagai vitamin, sirsak banyak mengandung mineral dan zat fitrokimia. Manfaat dan khasiat kandungan sirsak ini sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Buah sirsak terdiri dari 67,5 persen daging buah, 20 persen kulit buah, 8,5 persen biji buah, serta 4 persen inti dalam sirsak adalah karbohidrat. Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan kadar 81,9 – 93,6 persen dari kandungan gula total. Secangkir sirsak mengandung karbohidrat hampir 38 g, merupakan sumber energi utama tubuh. Asupan karbohidrat harian Anda harus mencapai 45-65 persen dari kalori tubuh, yaitu 225-325 gram per hari untuk diet 2.000 kalori....
  • MANFAAT PISANG

    Buah pisang mempunyai kandungan gizi yang baik, antara lain menyediakan energi yang cukup tinggi dibanding buah-buahan lainnya. Pisang kaya akan mineral seperti kalium, magnesium, besi, fosfor, dan kalsium. Disamping itu buah pisang juga mengandung vitamin B, B6, dan C serta mengandung serotin yang aktif sebagai neutransmitter untuk kelancaran fungsi otak. Bila dibandingkan dengan buah apel, nilai energi pisang jauh lebih tinggi, yaitu 136 kal/100 g, sedangkan apel hanya 54 kal/100 g. Karbohidrat pada pisang mampu menyuplay energi lebih cepat dibanding nasi dan biskuit, sehingga para atlet olah raga banyak yang mengkonsumsi pisang pada saat jeda istirahat untuk mengganti energi mereka....
  • MANFAAT PEPAYA

    Pepaya yang dikenal dengan Caricapapaya adalah salah satu jenis buah yang kaya manfaat dan penuh nutrisi. Pepaya membutuhkan suhu rendah untuk pertumbuhan dan sangat cocok di daerah tropis, karena itu populasi pohon pepaya sangat banyak di negara kita. Sehari-hari kita pasti dengan mudah mendapatkan buah pepaya....
  • MANFAAT MANGGIS

    MANFAAT MANGGIS - Queen of fruits – ratu dari segala buah – itulah julukan buah manggis. Buah ini sangat berkhasiat bagi kesehatan dan kecantikan apalagi didukung dengan rasanya yang manis, lezat, serta lembut, membuat buah manggis banyak disukai orang. Semua bagian dari buah manggis kaya akan manfaat, mulai dari daging buah, biji bahkan kulit buah sekalipun, kecuali bagi wanita hamil. Konsumsi buah manggis setiap hari sangat dianjurkan untuk menjaga kesegaran tubuh kita....
  • MANFAAT KOPI

    Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab: qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini....
  • MANFAAT CABE

    Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Komoditas cabai mengandung senyawa-senyawa serta gizi yang sangat berguna bagi tubuh. Kandungan senyawa cabai meliputi : kapsaikin, flavenoid, kapsisidin, kapsikol, dan minyak esensial....
  • MANFAAT BUAH DAN SAYUR

    Buah dan sayur memiliki banyak kandundan nutrisi atau zat kimia lain yang memiliki manfaat untuk menopang kesehatan tubuh. Kita semua tahu, bahwa kesehatan sangat mahal harganya, hal ini terbukti ketika kita dalam keadaan sakit yang membutuhkan perawatan medis, berapa biaya yang harus kita keluarkan selama di rumah sakit, belum lagi untuk membeli obat selama masa pemulihan, tentunya akan memakan biaya yang tidak sedikit. Setiap orang menginginkan hidup sehat, terbebas dari segala macam penyakit. Jika demikian, maka kita harus pandai menjaga pola makan dan pola hidup agar kesehatan kita selalu terjaga....
More aboutKANDUNGAN DAN MANFAAT JERUK

KANDUNGAN DAN MANFAAT MANGGIS

KANDUNGAN DAN MANFAAT MANGGIS BAGI KESEHATAN

MANFAAT MANGGIS - Queen of fruits – ratu dari segala buah – itulah julukan buah manggis. Buah ini sangat berkhasiat bagi kesehatan dan kecantikan apalagi didukung dengan rasanya yang manis, lezat, serta lembut, membuat buah manggis banyak disukai orang. Semua bagian dari buah manggis kaya akan manfaat, mulai dari daging buah, biji bahkan kulit buah sekalipun, kecuali bagi wanita hamil. Konsumsi buah manggis setiap hari sangat dianjurkan untuk menjaga kesegaran tubuh kita.

Manfaat manggis ternyata banyak sekali, buah ini diyakini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit mulai dari yang ringan seperti mengurangi rasa sakit sampai pernyakit berbahaya bahkan penyakit mematikan seperti diabetes, kanker, jantung atau arteriosclerosis, alzheimer. Selain itu, manfaat manggis juga mampu melawan radikal bebas, menurunkan darah tinggi atau hipertensi, gangguan pencernaan, ginjal, asma, menurunkan kolesterol, gangguan penglihatan, memulihkan stamina, bahkan mencegah penurunan mental.

Bagian utama buah manggis yang paling bermanfaat ternyata terdapat pada kulit buahnya. Dalam kulit buah ini mengandung antioksidan yang mampu mencegah timbulnya penyakit. Kulit buah manggis mengandung xanthone yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit kanker payudara, kanker paru-paru, kanker perut, leukimia, dan lain-lain. Kadar antioksidan ini mencapai 123,97 mg/ml. Xanthone dapat menangkap radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat. Radikal bebas masuk melalui makanan yang kita konsumsi dan merupakan penyebab utama penyakit kanker, stroke, jantung, dan lain-lain. Dengan kata lain xanthone selain berkhasiat sebagai antioksidan juga berkhasiat sebagai antikanker.
Adanya kandungan antioksidan yang sangat tinggi pada kulit buah manggis ini juga menyebabkan buah manggis tidak mudah busuk walaupun diletakkan di atas tanah dalam jangka waktu yang sangat lama.

Ekstrak kulit buah manggis selain bersifat antiproliferasi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker seperti pada kanker hati, kanker paru-paru, dan kanker usus juga bersifat apoptosis penghancur sel kanker. Xanthone dalam kulit buah manggis juga berkhasiat menyembuhkan penyakit asma, TBC, dan antiinflamasi. Kelebihan bakteri di dalam perut ketika sedang diare dapat diatasi dengan xanthone sehingga kerja perut menjadi seimbang.

Menurut dr. Berna Elya, peneliti Departemen Farmasi Unibersitas Indonesia, antikanker dan antioksidan, mujarab mengatasi jantung koroner serta mengatasi HIV, semua itu hanya sebagian kecil dari khasiat kulit buah manggis yang sering kali tidak dimanfaatkan oleh kebanyakan orang.

Buah manggis sangat baik untuk para wanita, kecuali wanita yang sedang hamil tidak dianjurkan untuk mengkonsumsinya. Konsumsi manggis secara rutin dapat membuat awet muda. Hal ini disebabkan karena adanya kandungan antioksidan yang berfungsi menjaga serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak karena manggis mampu menghancurkan semua penyakit yang menyerang tubuh kita dan memperbaiki sistem antibody. Seseorang yang masih muda ketika sedang menderita penyakit degeneratif akan terlihat sangat tua seperti berusia 60 tahunan. Tetapi ketika mengkonsumsi buah manggis secara rutin sampai sembuh wajahnya akan terlihat seperti berumur 30 tahunan. Manfaat manggis yang lain adalah sebagai antijamur dan antibakteri penyebab jerawat. Selain itu, manggis juga mampu mengurangi berat badan, karena kandungan xanthone pada manggis mampu melunakkan kembali membran sel yang membesar dan mengeras dalam tubuh kita, serta mengubah zat makanan menjadi energi.

Kandungan lain buah manggis adalah catechins yang mempu melawan radikal bebas dalam tubuh. Catechins ini ternyata lebih efektif melawan radikal bebas dibandingkan dengan vitamin C dan vitamin E. Xanthone buah manggis juga bersifat sebagai antibakteri sehingga mampu mengatasi
gangguan penapasan.


ARTIKEL TERKAIT

KANDUNGAN DAN MANFAAT BUAH DAN SAYUR

Buah-buahan dan sayur-sayuran sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Konsumsi setiap hari sangat dianjurkan untuk menjaga kesimbangan gizi, selain banyak mengandung serat, buah dan sayur juga mengandung vitamin dan mineral. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, sangat baik jika kita setiap hari mengkonsumsi 5 porsi buah dan sayur. Selain merupakan agenda program hidup sehat, konsumsi buah dan sayur juga merupakan diet alami yang mudah dan murah.

KANDUNGAN DAN MANFAAT JERUK

Buah jeruk merupakan buah yang paling banyak dijumpai di seluruh kota. Buah ini sudah sangat dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat. Selain enak, buah jeruk juga memiliki banyak manfaat. Namun, dari berbagai jenis jeruk masing-masing mempunyai manfaat yang berbeda-beda.

KANDUNGAN DAN MANFAAT PISANG

Buah pisang mempunyai kandungan gizi yang baik, antara lain menyediakan energi yang cukup tinggi dibanding buah-buahan lainnya. Pisang kaya akan mineral seperti kalium, magnesium, besi, fosfor, dan kalsium. Disamping itu buah pisang juga mengandung vitamin B, B6, dan C serta mengandung serotin yang aktif sebagai neutransmitter untuk kelancaran fungsi otak.

KANDUNGAN DAN MANFAAT SIRSAK

Bagaimana Khasiat Buah Sirsak Bagi Kesehatan Manusia?
Sirsak merupakan tanaman tropis dengan buah berasa dan beraroma. Selain mengandung berbagai vitamin, sirsak banyak mengandung mineral dan zat fitrokimia. Manfaat dan khasiat kandungan sirsak ini sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.

KANDUNGAN DAN MANFAAT PEPAYA

Mengulas Kandungan dan Manfaat Pepaya.
Pepaya yang dikenal dengan Caricapapaya adalah salah satu jenis buah yang kaya manfaat dan penuh nutrisi.



Artikel Terkait
  • MANFAAT TOMAT

    Tomat merupakan salah satu jenis tanaman yang mempunyai manfaat ganda, yaitu sebagai buah dan sayur. Tanaman ini banyak dikonsumsi sebagai buah karena rasanya enak, segar dan kaya akan nilai gizi. Buah tomat yang berasa agak asam ini lebih banyak disukai orang ketika telah masak dan berwarna merah. Dan tenyata buah tomat berwarna merah lebih banyak mengandung vitamin A dan vitamin C lima kali lebih banyak daripada buah tomat berwarna hijau. Tingkat kematangan tomat menentukan kandungan vitamin C-nya. Semakin matang buah tomat semakin banyak mengandung vitamin C. Selain mengandung vitamin A dan vitamin C, buah ini juga mengandung vitamin B sekalipun dalam jumlah kecil....
  • MANFAAT SIRSAK

    Sirsak merupakan tanaman tropis dengan buah berasa dan beraroma. Selain mengandung berbagai vitamin, sirsak banyak mengandung mineral dan zat fitrokimia. Manfaat dan khasiat kandungan sirsak ini sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Buah sirsak terdiri dari 67,5 persen daging buah, 20 persen kulit buah, 8,5 persen biji buah, serta 4 persen inti dalam sirsak adalah karbohidrat. Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan kadar 81,9 – 93,6 persen dari kandungan gula total. Secangkir sirsak mengandung karbohidrat hampir 38 g, merupakan sumber energi utama tubuh. Asupan karbohidrat harian Anda harus mencapai 45-65 persen dari kalori tubuh, yaitu 225-325 gram per hari untuk diet 2.000 kalori....
  • MANFAAT PISANG

    Buah pisang mempunyai kandungan gizi yang baik, antara lain menyediakan energi yang cukup tinggi dibanding buah-buahan lainnya. Pisang kaya akan mineral seperti kalium, magnesium, besi, fosfor, dan kalsium. Disamping itu buah pisang juga mengandung vitamin B, B6, dan C serta mengandung serotin yang aktif sebagai neutransmitter untuk kelancaran fungsi otak. Bila dibandingkan dengan buah apel, nilai energi pisang jauh lebih tinggi, yaitu 136 kal/100 g, sedangkan apel hanya 54 kal/100 g. Karbohidrat pada pisang mampu menyuplay energi lebih cepat dibanding nasi dan biskuit, sehingga para atlet olah raga banyak yang mengkonsumsi pisang pada saat jeda istirahat untuk mengganti energi mereka....
  • MANFAAT PEPAYA

    Pepaya yang dikenal dengan Caricapapaya adalah salah satu jenis buah yang kaya manfaat dan penuh nutrisi. Pepaya membutuhkan suhu rendah untuk pertumbuhan dan sangat cocok di daerah tropis, karena itu populasi pohon pepaya sangat banyak di negara kita. Sehari-hari kita pasti dengan mudah mendapatkan buah pepaya....
  • MANFAAT KOPI

    Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab: qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini....
  • MANFAAT JERUK

    Buah jeruk merupakan buah yang paling banyak dijumpai di seluruh kota. Buah ini sudah sangat dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat. Selain enak, buah jeruk juga memiliki banyak manfaat. Namun, dari berbagai jenis jeruk masing-masing mempunyai manfaat yang berbeda-beda....
  • MANFAAT CABE

    Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Komoditas cabai mengandung senyawa-senyawa serta gizi yang sangat berguna bagi tubuh. Kandungan senyawa cabai meliputi : kapsaikin, flavenoid, kapsisidin, kapsikol, dan minyak esensial....
  • MANFAAT BUAH DAN SAYUR

    Buah dan sayur memiliki banyak kandundan nutrisi atau zat kimia lain yang memiliki manfaat untuk menopang kesehatan tubuh. Kita semua tahu, bahwa kesehatan sangat mahal harganya, hal ini terbukti ketika kita dalam keadaan sakit yang membutuhkan perawatan medis, berapa biaya yang harus kita keluarkan selama di rumah sakit, belum lagi untuk membeli obat selama masa pemulihan, tentunya akan memakan biaya yang tidak sedikit. Setiap orang menginginkan hidup sehat, terbebas dari segala macam penyakit. Jika demikian, maka kita harus pandai menjaga pola makan dan pola hidup agar kesehatan kita selalu terjaga....
More aboutKANDUNGAN DAN MANFAAT MANGGIS

TEKNIK DAN CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

JAMUR TIRAM

Usaha budidaya jamur tiram seringkali mengalami kegagalan karena teknik dan cara budidaya yang kurang benar. Meskipun gampang, perlu diperhatikan faktor-faktor seperti lingkungan, kebersihan, serta konsistensi selama perawatan. Jika faktor-faktor tersebut tidak bisa dipenuhi dengan baik maka hasilnya pun kurang optimal bahkan besar kemungkinan berpotensi mendatangkan kegagalan.

Jamur tiram putih berwarna putih agak krem dengan diameter tubuh 3-14 cm. Jamur ini memiliki miselium. Tubuh buah jamur inilah yang bernilai ekonomis tinggi dan menjadi tujuan dari budidaya jamur tiram. Teknik budidaya jamur tiram mulai dari persiapan hingga pasca panen sangat perlu diperhatikan agar pelaku usaha benar-benar memahami sehingga lebih menguasai dalam pemeliharaan maupun pengendalian hama tanaman.

Persiapan Penanaman Jamur Tiram

Hal-hal yang menunjang budidaya jamur tiram harus diperhatikan sebelum melakukan penanaman. Persiapan yang matang membantu menciptakan suasana yang kondusif bagi pertumbuhan jamur tiram sehingga menunjang keberhasilan budidaya. Langkah-langkah yang harus dilakukan diantaranya membuat rumah kumbung baglog, rak baglog, menyediakan bibit jamur tiram, dan peralatan budidaya. (Bisa Anda lihat di artikel Persiapan Usaha Budidaya Jamur Tiram). Usahakan budidaya jamur tiram menggunakan bibit bersertifikat yang dapat dibeli dari petani lain atau dinas pertanian setempat. Peralatan budidaya jamur tiram cukup sederhana, harga terjangkau, bahkan kita bisa memanfaatkan peralatan dapur.

Pada dataran rendah modifikasi bahan media serta takarannya dapat mengoptimalkan hasil dalam usaha budidaya jamur tiram, caranya yakni dengan mengurangi atau menambah takaran tiap-tiap bahan dari standar umumnya. Pada usaha budidaya jamur tiram skala kecil, perlu juga dilakukan eksperimen atau percobaan dalam menentukan takaran bahan media agar takarannya tepat. Hal ini perlu dilakukan mengingat jamur yang dibudidayakan di lingkungan tumbuh yang berbeda berbeda tentu membutuhkan nutrisi dan media yang berbeda pula tergantung pada kondisi lingkungan setempat. Hingga saat ini belum ada standar komposisi media untuk budidaya jamur tiram di dataran rendah, sehingga petani memodifikasi media dan lingkungan berdasarkan pengalaman dan kondisi masing-masing.

Jamur tiram memperoleh nutrisi untuk melakukan pertumbuhnya dari serbuk gergaji. Serbuk gergaji ini berfungsi sebagai media tempat tumbuhnya jamur tiram. Bahan serbuk gergaji yang baik dapat diperoleh dari bahan kayu keras karena serbuk gergaji kayu jenis tersebut sangat berpotensi dalam meningkatkan hasil panen jamur tiram. Dalam kayu keras mengandung selulose dalam jumlah yang banyak dimana solusose ini sangat dibutuhkan oleh jamur. Beberapa jenis kayu keras yang bisa dimanfaatkan sebagai media tanam jamur tiram antara lain dari kayu sengon, kayu kampung, dan kayu mahoni. Serbuk gergaji sebagai median jamur tiram dapat diperoleh dari tempat penggergajian kayu. Sebelum digunakan sebagai media, perlu dilakukan pengomposan terlebih dahulu pada serbuk gergaji agar dapat terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga tersedia dan mudah dicerna oleh jamur. Proses pengomposan serbuk gergaji kayu ini dapat dilakukan dengan cara menutup serbuk gergaji kayu menggunakan plastik atau terpal selama kurang lebih 1 sampai 2 hari. Jika terjadi kenaikan suhu sekitar 50 derajat C berarti pengomposan telah berlangsung dengan baik.

Media tanam untuk budidaya jamur tiram sebenarnya tidak hanya berasal dari serbuk gergaji kayu saja, melainkan ada berbagai alternatif bahan yang bisa digunakan sebagai pengganti serbuk kayu, antara lainnya dapat berasal dari berbagai macam ampas, seperti misalnya ampas kopi, ampas kertas, ampas tebu, atau ampas teh. Meskipun demikian, media yang baik untuk budidaya jamur tiram adalah serbuk gergaji kayu.

Selain serbuk gergaji kayu, media tempat tumbuh jamur tiram juga terdiri dari bekatul (dedak) halus, tepung jagung, kompos, serta kapur dan air. Media berupa dedak/bekatul dan tepung jagung berfungsi sebagai substrat dan penghasil kalori untuk pertumbuhan jamur. Pastikan bekatul (dedak) dan tepung jagung yang Anda beli masih baru agar media dalam keadaan steril. Penggunaan bahan media yang sudah lama dikhawatirkan pada bahan tersebut sudah terjadi fermentasi yang dapat berakibat pada tumbuhnya jenis jamur lain yang tidak dikehendaki. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan dedak maupun tepung jagung memberikan kualitas hasil jamur yang sama karena kandungan nutrisi kedua bahan tersebut hampir sama. Akan tetapi penggunaan dedak dirasa lebih efisien. Penggunaan dedak (bekatul) dapat menekan biaya produksi, selain harganya lebih murah juga mudah didapat karena selama ini dedak masih banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kapur (CaCo3) yang ditambahkan pada media selain mengatur keasaman media juga berfungsi sebagai sumber mineral. Keasaman yang sebabkan oleh misellium meselium jamur dapat dinetralisir oleh kalsium dalam kapur.
Komposisi media semai budidaya jamur tiram terdiri dari serbuk gergaji 100 kg; tepung jagung 10 kg; dedak halus atau bekatul 10 kg; kompos 0,5 kg; kapur (CaCo3) 0,5 kg; dan air 50-60%. Media tanam kemudian diletakkan dalam kantong plastik bening tanah panas (PE 0,002) berukuran 20 cm x 30 cm .

Setelah media tanam siap diisi media, sebelum melakukan penanaman bibit jamur, perlu dilakukan sterilisasi bahan dan sterilisasi baglog.

Sterilisasi Bahan dan Sterilisasi Baglog Pada Budidaya Jamur Tiram

Sterilisasi bahan dilakukan dilakukan menggunakan oven dengan suhu 100°C. Sterilisasi ini berlangsung selama 6-8 jam untuk diperoleh hasil yang baik, dengan pemanasan diharapkan mikroorganisme pengganggu dapat ditekan dan mengurangi kadar air. Bahan-bahan yang disterilisai berupa serbuk gergaji kayu dan dedak atau bekatul. Sebelum dimasukkan ke dalam oven, serbuk gergaji kayu dan dedak di campur menjadi satu kemudian ditambahkan air bersih sekitar 50-60 %, campur hingga rata dan kalis (mudah dikepal). Air ini berfungsi dalam penyerapan nutrisi oleh miselium.
Bahan-bahan yang sudah disterilisasi dimasukkan ke dalam plastik sambil ditekan-tekan sedikit demi sedikit, perlu diperhatikan bahwa bahan-bahan yang dimasukkan harus sepadat mungkin untuk mengoptimalkan hasil. Semakin padat bahan dalam kantong plastik maka semakin banyak jamur yang dihasilkan, untuk itu pastikan bahwa pemasukan bahan-bahan harus benar-benar padat. Tambahkan cincin paralon atau potongan bambu pada bagian atas kantong plastik terlebih dahulu sebelum akhirnya ditutup dengan sumbat kapas dan diikat dengan karet tahan panas.
Ada dua metode sterilisasi baglog yaitu menggunakan autoclave dan drum.

Sterilisasi Baglog Dengan Autoclave atau Pemanas/Steamer
Sterilisasi menggunakan autoclave atau pemanas/steamer membutuhkan waktu yang relatif sebentar, yaitu cukup dengan 15 menit. Pemanasan ini dilakukan pada suhu 121°C. Caranya pun cukup mudah, baglog yang sudah siap tinggal dimasukkan ke dalam autoclave . Keuntungan dengan cara ini adalah dapat menghemat waktu, namun membutuhkan biaya tinggi untuk investasi alat.

Sterilisasi Baglog Dengan Drum Minyak
Sterilisasi baglong menggunakan drum memiliki keuntungan lebih murah jika dibandingkan dengan sterilisasi menggunakan autoclave atau pemanas/steamer sehingga dapat menekan biaya produksi. Namun membutuhkan waktu yang lama dalam proses sterilisasinya. Drum yang digunakan berkapasitas besar agar dapat menampung 50 baglog, kemudian dipanaskan di atas kompor minyak. Waktu yang dibutuhkan untuk proses sterilisasi baglog menggunakan drum ini membutuhkan waktu sekitar 8 jam.

Pendinginan Baglog

Baglog yang sudah disterilisasi selama 15 menit untuk sterilisasi menggunakan autoclave atau pemanas/steamer dan 8 jam untuk sterilisasi menggunakan baglog harus didinginkan terlebih dahulu sebelum dilakukan penanaman. Pastikan baglog sudah menjadi dingin baru kemudian dilakukan penanaman bibit jamur.

Persiapan Penanaman Jamur Tiram

Steril adalah kunci utama keberhasilan jamur tiram, untuk itu kebersihan harus tetap terus dijaga dan ditingkatkan. Persiapan sebelum melakukan penanaman jamur tiram terutama sekali adalah dalam hal kebersihan ini, baik kebersihan alat, tempat, maupun tenaga kerja. Tempat penanaman jamur tiram harus disterilisasi terlebih dahulu menggunakan disinfektan untuk mengurangi terjadinya kontaminasi yang tidak diinginkan sehingga budidaya jamur tiram semakin optimal. Alat untuk menanam jamur tiram juga harus disterilisasi menggunakan alkohol serta dipanaskan. Tanaga kerja dianjurkan untuk memakai masker penutup terutama penutup hidung dan mulut sehingga kemungkinan terkontaminasi oleh bakteri (mikroorganisme pengganggu) melalui mulut dan hidung tenaga kerja dapat diminimalisir..

Penanaman Jamur Tiram

Penanaman jamur tiram dilakukan setelah semuanya dipastikan steril. Selama proses ini perlu diperhatikan suhu dan kelembabannya. Jamur tiram memerlukan suhu udara yang kondusif untuk menunjang pertumbuhan miselium, suhu yang dibutuhkan berkisar antara 23-28 C. Suhu udara optimun adalah 25C. Siram lantai menggunakan air atau semprot lokasi menggunakan tangki sprayer jika cuaca terlalu terik dan berangin untuk menurunkan suhu udara pada kisaran suhu ideal. Atur sirkulasi udara pada tempat budidaya jamur tiram agar jamur tetap memdapatkan udara segar. Tutup sebagian lubang sirkulasi udara jika angin sedang bertiup kencang.
Pastikan kondisi lingkungan tetap kondusif untuk pertumbuhan jamur.

Pemeliharaan Jamur Tiram

Pemeliharaan selama budidaya jamur tiram adalah dalam hal pengendalian hama dan penyakit jamur tiram. Hal ini penting mengingat hama penyakit pasti menyerang pada setiap budidaya. Meskipun saat pembuatan baglog sampai penanaman semua media dan tempat sudah disterilisisai, namun hama penyakit pasti selalu datang di setiap fase. Untuk mengoptimalkan hasil produksi, meminimalisir resiko dan mengendalikan hama penyakit jamur tiram adalah langkah yang paling tepat.

Pengendalian Hama Penyakit Pada Budidaya Jamur Tiram

Serangan hama penyakit antara tempat yang satu dengan tempat lainnya pada budidaya jamur tiram berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan yang berbeda-beda pula dan kebersihan lokasi budidaya (rumah kumbung). Selain faktor lingkungan, serangan hama penyakit dapat bersumber dari jamur itu sendiri terutama saat melakukan sterilisasi baik bahan media tanam maupun baglog. Dimungkinkan saat melakukan sterilisasi ini kurang bersih sehingga mudah terkontaminasi oleh kondisi lingkungan setempat.

HAMA PENYAKIT JAMUR TIRAM

Ulat

Ulat merupakan hama yang paling banyak ditemui dalam budidaya jamur tiram. Ada tiga faktor penyebab kemunculan hama ini yaitu faktor kelembaban, kotoran dari sisa pangkal/bonggol atau tangkai jamur dan jamur yang tidak terpanen, serta lingkungan yang tidak bersih.

Hama ulat muncul ketika kelembaban udara berlebihan. Oleh sebab itu, hama ulat sering dijumpai ketika musim hujan. Pencegahan menjadi solusi terbaik untuk mengatasi hama ini adalah dengan mengatur sirkulasi udara. Caranya dengan membuka lubang sirkulasi dan untuk sementara proses penyiraman keumbung dihentikan.

Pangkal jamur yang tertinggal di baglog saat pemanenan dapat menimbulkan binatang kecil seperti kepik. Kepik inilah yang menjadi penyebab munculnya hama ulat. Sementara jamur yang tidak terpanen kemungkinan terjadi karena jamur tidak muncul keluar sehingga luput saat pemanenan dan menjadi busuk. Hal ini menyebabkan munculnya ulat. Sebaiknya, ketika melakukan pemanenan baglog telah dipastikan kebersihannya sehingga tidak ada pangkal atau batang dan jamur yang tidak terpanen.

Ulat bisa saja muncul karena rumah kumbung ataupun sekitar kumbung tidak berseih. Misalnya adanya kandang ternak atau tanaman di sekitar rumah kumbung.

Untuk mencegah dan mengatasi serangan hama ulat, lakukan pembersihan rumah kumbung dan sekitar rumah kumbung dengan melakukan penyemprotan formalin.

Semut, Laba-laba, dan Kleket (sejenis moluska)

Secara mekanis hama semut dan laba-laba dapat diatasi dengan membongkar sarangnya dan menyiramnya dengan minyak tanah. Sedangkan secara kemis hama tersebut dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida. Cara ini merupakan cara terakhir dan usahakan untuk menghindari penggunaan insektisida jika serangan tidak parah karena produk jamur merupakan produk organik. Keuntungan jika pemberantasan hama serangga dilakukan dengan cara mekanis antara lain, dapat memangkas biaya selama perawatan dan juga ramah lingkungan. Sementara itu hama kleket kerap dijumpai pada mulut baglog. Untuk mengendalikannya juga dilakukan dengan cara mekanis, yaitu mengambilnya dengan tangan.

Tumbuhnya Cendawan atau Jamur Lain

Jamur lain yang kerap mengganggu jamur tiram adalah Mucor sp., Rhizopus sp., Penicillium sp., dan Aspergillus sp. pada substrat atau baglog. Serangan jamur-jamur tersebut bersifat patogen yang ditandai dengan timbulnya miselium berwarna hitam, kuning, hijau, dan timbulnya lendir pada substrat. Miselium-miselium tersebut mengakibatkan pertumbuhan jamur tiram terhambat atau bahkan tidak tumbuh sama sekali. Penyakit ini dapat disebabkan karena lingkungan dan peralatan saat pembuatan media penanaman kurang bersih atau karena lingkungan kumbung yang terlalu lembab. Untuk mengatasi penyakit ini, lingkungan dan peralatan ketika pembuatan media dan penanaman perlu dijaga kebersihannya. Kelembaban di dalam kumbung juga diatur agar tidak berlebihan. Penyakit ini dapat menyerang baglog yang sudah dibuka ataupun masih tertutup. Jika baglog sudah terserang maka harus segera dilakukan pemusnahan dengan cara dikeluarkan dari kumbung kemudian dibakar.

Tangkai Memanjang

Penyakit ini merupakan penyakit fisiologis yang ditandai dengan tangkai jamur memanjang dengan tubuh jamur kecil tidak dapat berkembang maksimal. Penyakit tangkai memanjang disebabkan karena kelebihan CO2 akibat ventilasi udara yang kurang sempurna. Agar tidak terserang penyakit ini harus dilakukan pengaturan ventilasi dalam kumbung seoptimal mungkin.

Panen Jamur Tiram

Jamur tiram termasuk jenis tanaman budidaya yang memiliki masa panen cukup cepat. Panen jamur tiram dapat dilakukan dalam jangka waktu 40 hari setelah pembibitan atau setelah tubuh buah berkembang maksimal, yaitu sekitar 2-3 minggu setelah tubuh buah terbentuk. Perkembangan tubuh buah jamur tiram yang maksimal ditandai pula dengan meruncngnya bagian tepi jamur. Kriteria jamur yang layak untuk dipanen adalah jamur yang berukuran cukup besar dan bertepi runcing tetapi belum mekar penuh atau belum pecah. Jamur dengan kondisi demikian tidak mudah rusak jika dipanen. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika produk dipasarkan, misalnya keseragaman berat dan ukuran jamur tiram.

Penanganan Pascapanen Jamur Tiram

Setelah pemanenan selesai dilakukan, jamur tiram memerlukan proses penangan lebih lanjut untuk meningkatkan keuntungan. Penanganan ini disesuaikan dengan permintaan pasar tujuan. Upaya penanganan pascapanen biasanya meningkatkan hasil hingga 25%-100% tergantung kesepakatan dan pasar tujuan. Untuk mendapatkan jamur tiram dengan kualitas baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pencucian Jamur Tiram

Penggunaan pestisida dalam budidaya mungkin belum bisa dihindari oleh para petani baik petani hortikultura maupun petani jamur. Hal ini sangat dimaklumi karena kesadaran masyarakat kita masih sangat rendah baik di tingkat konsumen maupun petani, ditambah perekonomian masyarakat yang juga masih sangat rendah. Mayoritas konsumen di Indonesia menginginkan produksi pertanian dengan kualitas super bahkan organik tetapi dengan harga yang murah, sedangkan para petani menginginkan produktivitas tinggi dengan sedikit resiko karena harga jualnya juga rendah sehingga mereka tetap berorientasi mencari laba. Suatu masalah yang perlu dicarikan titik temu. Namun, bagi para petani jamur, ada cara untuk meminimalisir hasil panen dari residu pestisida, yaitu dengan melakukan pencucian menggunakan air bersih pada jamur tiram sehabis panen, kemudian pangkal jamur dipisahkan dari tubuhnya. Biasanya residu pestisida mengendap pada pangkal batang ini, sedangkan pada tubuh buah jamur residu pestisida diminimalisir oleh pencucian yang telah dilakukan.

Sortasi Hasil Panen Jamur Tiram

Keseragaman hasil merupakan syarat utama untuk pemasaran agribisnis modern, baik keperluan ekspor maupun supermarket. Sortasi dilakukan dengan memisahkan bentuk dan ukuran tertentu. Biasanya masing-masing pasar menentukan standar ukuran berbeda-beda yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan konsumen setempat.

Pengemasan dan Transportasi Hasil Panen Jamur Tiram

Jamur tiram segar dikemas menggunakan plastik kedap udara untuk meminimalisir resiko kerusakan. Semakin sedikit udara yang ada di dalam plastik, jamur tiram semakin tahan lama untuk disimpan. Penggunaan plastik kedap udara dapat mempertahankan kesegaran jamur tiram selama 2-4 hari. Untuk pengangkutan jarak jauh, alat transportasi sebaiknya menggunakan ruangan pendingin agar kestabilan kesegaran jamur tiram tetap terjaga.


Dukungan Teknis : Rois Efendi - 0852 3875 5088


Baca Artikel Terkait
  • PERSIAPAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

    Usaha budidaya jamur tiram sebernarnya sangat mudah, hanya saja terkadang penyebab utama kegagalan ada pada kebersihan lingkungan. Kebersihan lingkungan menjadi syarat utama yang harus diperhatikan, mengingat budidaya jamur tiram sangat rentan terhadap kelembaban tinggi. sebelum memulai usaha budidaya jamur tiram, kita perlu memperhatikan lokasi usaha, diusahakan tidak berdekatan dengan kandang ...
  • EKOLOGI JAMUR KUPING

    A. Biologi dan Siklus Hidup Jamur Kuping - Jamur kuping memiliki tubuh buah mirip daun telinga manusia. Sebutan jamur kuping melekat pada jenis jamur yang memiliki tubuh buah (basidiocarp) mirip kuping (daun telinga). Di antara 65 spesies jamur kuping, ada tiga jenis jamur kuping yang biasa dikonsumsi sebagai makanan lezat dan dapat dibudidayakan, yakni (1) jamur kuping merah (Auricularia auricula Judae) ...
  • PEMBUATAN BIBIT JAMUR KUPING

    Bibit jamur kuping diproduksi melalui tahap-tahap pembiakan. Tahap pertama adalah pembiakan spora (basidiospora) yang dihasilkan oleh basidium. Tahap ini dilakukan melalui kultur jaringan dan hasil pembiakan pada tahap ini berupa benang-benang jamur (miselium) yang disebut turunan pertama (F1). Tahap kedua adalah pembiakan miselium F1. Pembiakan tahap ini merupakan perbanyakan miselium hasil pembiakan ...
  • BUDIDAYA JAMUR KUPING

    Budidaya Jamur Kuping - Jamur telah dikenal dan populer sebagai makanan lezat sejak abad XIV M. Jamur telah menjadi santapan spesial bagi pejabat negara saat dinasti Ming berkuasa di daratan China. Kelezatan dan rasa khas jamur tersebar di seluruh penjuru dunia sejak terbukanya perdagangan dan komunikasi penduduk antar-negara dan benua. Jamur telah menjadi hidangan favorit sekaligus bergengsi ...
More aboutTEKNIK DAN CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

PERSIAPAN USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

LANGKAH-LANGKAH PENTING SEBELUM BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Pemilihan Lokasi Budidaya Jamur Tiram

Usaha budidaya jamur tiram sebernarnya sangat mudah, hanya saja terkadang penyebab utama kegagalan ada pada kebersihan lingkungan. Kebersihan lingkungan menjadi syarat utama yang harus diperhatikan, mengingat budidaya jamur tiram sangat rentan terhadap kelembaban tinggi. Sebelum memulai usaha budidaya jamur tiram, kita perlu memperhatikan lokasi usaha, diusahakan tidak berdekatan dengan kandang ternak, tempat pembuangan sampah serta tempat-tempat lain yang mudah mengundang hama penyakit. Pilih tempat-tempat yang bersih serta strategis untuk memudahkan pengangkutan saat panen sehingga dapat menghemat biaya transportasi.

Pada usaha budidaya jamur tiram skala rumah tangga, lingkungan rumah juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat usaha, asalkan kebersihannya harus tetap terjaga. Kunci utama pada usaha ini hanyalah faktor kebersihan lingkungan dan menjaga suhu udara konstan agar produksi optimal dapat tercapai.

Rumah Jamur atau Kumbung Jamur Tiram

Jika memilih lokasi di luar rumah maka harus dibuatkan rumah khusus untuk budidaya jamur yang biasa disebut kumbung. Bentuk dan bangunan kumbung disesuaikan dengan kondisi lahan, biaya, dan daya tampung baglog. Sebagai contoh menentukan ukuran rumah jamur atau kumbung, untuk kapasitas baglog sebanyak 500-1500 baglog diperlukan rumah jamur berukuran 6 x 4 m. Mengingat faktor terpenting untuk menunjang keberhasilan budidaya jamur tiram adalah kelembaban dan kebersihan. Rumah jamur atau kumbung idealnya harus memenuhi kelembaban optimal untuk pertumbuhan jamur, sedangkan kebersihan menjadi syarat mutlak dalam mencegah serangan hama penyakit pada jamur yang kita budidayakan.

Pembuatan Rak Baglog Pada Budidaya Jamur Tiram

Untuk mempermudah pekerjaan, baik saat pemeliharaan maupun pemanenan, dan menaruh media jamur tiram, pada rumah kumbung dibuatkan rak tempat meletakkan baglog. Rak-rak ini bisa terbuat dari bambu semua atau kombinasi bambu kayu. Pembuatan rak baglog disesuaikan dengan kondisi usaha saja, untuk skala rumah tangga cukup menggunakan rak dari bambu agar biaya produksi dapat ditekan, sedangkan usaha budidaya jamur tiram dalam skala besar dan jangka panjang, pembuatan rak baglog menggunakan kombinasi bambu kayu juga akan menghemat biaya. Buat lapisan-lapisan rak paling banyak 5 lapis untuk satu unit rak. Hal ini bermaksud agar memudahkan pemeliharaan, jika terlalu tinggi justru para pekerja akan kesulitan menjangkaunya, menyebabkan pekerajaan menjadi semakin lama dan biaya pemeliharaan semakin membengkak. Satu lapis rak dibuat dengan panjang 300 cm, lebar 40 cm, serta tinggi 40 cm. Pada ukuran ini mampu menampung kurang lebih 60 baglog. Jadi, untuk satu unit rak yang terdiri dari 5 lapis, mampu menampung sebanyak 3000 baglog.

Lapisan rak paling bawah jaraknya diperlebar menjadi 30-35 cm dari permukaan tanah. Hal ini bertujuan menjaga kelembaban udara pada lapisan rak paling bawah, sirkulasi udara menjadi lancar sehingga perkembangbiakan hama penyakit dapat ditekan, terutama jika lantai dasarnya masih berupa lantai tanah. Jarak antarrak baglog 1 m juga agar memudahkan saat melakukan pemeliharaan serta pemanenan.

Persiapan Media Budidaya Jamur Tiram

Media tanam budidaya jamur tiram banyak sekali jenisnya, tergantung bagaimana mudahnya kita memperoleh bahannya saja. Media jamur dapat berupa substrat kayu, serbuk gergaji, ampas tebu, atau sekam. Pembuatan media tanam berisi campuran dari media ditambahkan nutrisi berupa tepung jagung, air, dedak halus, air, gips atau kapur (CaCo3). Media tanam kemudian dimasukkan dalam kantong plastik sampai penuh, lalu dimasukkan pralon atau bambu berdiameter 3 cm kemuadian baru diikat dengan kuat. Media jadi tersebut dinamakan baglog. Namun, kebanyakan para pelaku usaha jamur tiram membeli baglog siap pakai dikarenakan butuh ketrampilan, kebiasaan serta ketelitian tinggi dalam membuat baglog sendiri.

Bibit Jamur Tiram

Pada umunya para petani kesulitan untuk membuat bibit sendiri sehingga banyak diantara mereka yang memperoleh bibit jamur tiram dengan cara membeli bersama baglognya. Selain membeli bibit jamur bersama baglog, bibit jamur tiram dapat diperoleh melalui berbagai cara, diantaranya melalui pembuatan kultur murni, pembuatan bibit induk, serta bibit semai. Pembuatan kultur murni membutuhkan teknik khusus karena cara pembuatan bibit jamur tiram kultur murni rawan terkontaminasi, biasanya pembuatan bibit jamur tiram kultur murni ini dilakukan oleh para peneliti atau pembudidaya jamur yang memang telah memahami teknik pengkulturan/isolasi. Pembuatan kultur murni menggunakan media khusus berupa PDA (potatoes dextrose algae) yang dilakukan dalam kotak inokulasi. Pembuatan kultur murni membutuhkan lingkungan yang sangat steril.

Pembuatan bibit jamur tiram dengan cara pembuatan bibit induk pada dasarnya sama dengan pembuatan bibit semai, yang membedakannya hanyalah komposisi media dan inokulan yang digunakan berbeda. Pada pembuatan bibit induk, inokulan menggunakan kultur murni, sedangkan inokulan untuk bibit semai adalah bibit induk.

Saat ini para petani jamur tiram tidak perlu khawatir lagi dalam memperoleh bibit jamur, karena telah banyak pengusaha jamur yang menjual bibit jamur tiram sudah dalam kemasan baglog dan siap pakai serta kebanyakan sudah disertifikasi. Jadi bibit sudah ditanam di dalam baglog dan siap untuk dilanjutkan dalam proses budidaya jamur hingga panen. Kebanyakan para petani jamur tiram memperoleh bibit dengan cara ini meskipun biaya produksinya menjadi lebih mahal.

Meskipun demikian, cara ini ada baiknya dilakukan untuk petani pemula atau pelaku usaha jamur tiram skala rumah tangga. Jika sudah menguasai teknik budidaya dan usaha budidaya jamur tiram sudah tergolong besar, lebih baik mengupayakan penekanan biaya produksi dengan pembuatan bibit jamur tiram sendiri.

Faktor Lingkungan Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Jamur Tiram

Budidaya jamur tiram membutuhkan lingkungan spesifik untuk dihasilkan produksi optimal. Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya, diantaranya lingkungan pertumbuhan yang kondusif. Pertumbuhan jamur diawali dengan pertumbuhan miselium yang akan membentuk tunas atau calon tubuh buah jamur (pin head), kemudian akan berkembang menjadi tubuh buah (jamur). Untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan pertumbuhan miselium dan tubuh jamur ini perlu diperhatikan faktor-faktor seperti suhu, intensitas cahaya matahari, keasaman (pH), kelembaban dan oksigen.

Suhu udara yang kondusif untuk menunjang pertumbuhan miselium dan tubuh jamur tiram berkisar antara 23-28 derajat C dengan suhu optimum 25 derajat C. Meskipun demikian, dengan modifikasi komposisi media dan penyesuaian lingkungan, saat ini telah banyak budidaya jamur tiram yang dikembangkan di dataran rendah dengan kisaran suhu di atas 28 derajat C dan tubuh jamur dapat tumbuh baik pada suhu 30 derajat C. Bahkan hasil panennya pun tidak kalah dengan budidaya di dataran menengah atau tinggi, dengan kualitas tubuh buah yang memiliki daya adaptasi lebih baik, jamur tiram telihat lebih segar, dan saat panen berbau lebih harum. Intensitas cahaya matahari diperlukan dalam budidaya jamur tiram, khususnya saat pembentukan tubuh jamur. Pada dasarnya penyinaran cahaya matahari tidak secara langsung dan menyebar merupakan cahaya yang baik bagi pertumbuhan jamur tiram. Penyinaran cahaya matahari langsung bisa mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan miselium atau merusak tubuh buah yang sudah terbentuk. Derajat keasaman (pH) yang tepat memungkinkan jamur tumbuh optimal. Untuk budidaya jamur tiram ini membutuhkan kisaran pH 5-7. Lingkungan yang terlalu asam atau terlalu basa akan menghambat pertumbuhannya.

Selain faktor suhu, intensitas cahaya matahari, dan keasaman (pH), faktor lain yang sangat mempengaruhi keberhasilan budidaya jamur tiram adalah kelembaban dan oksigen. Substrat harus tetap terjaga dalam kondisi lembab dan jangan sampai mengering karena akan berpengaruh terhadap produksi jamur tiram. Kelembaban yang dibutuhkan selama pertumbuhan bibit dan pertumbuhan tubuh jamur tiram adalah 90%. Cara yang dapat dilakukan untuk menjaga agar kelembaban tetap terjaga adalah dengan menyiram lantai ruangan budidaya menggunakan air bersih pada pagi dan sore hari, atau dengan cara penyemprotan air menggunakan tangki sprayer. Jamur merupakan tanaman saprofit semiaerob sehingga membutuhkan asupan oksigen dalam jumlah cukup untuk menopang pertumbuhannya. Jika oksigen tersedia dalam jumlah terbatas bisa menyebabkan jamur tiram menjadi layu dan akhirnya mati.

Sarana Pendukung Budidaya Jamur Tiram

Sarana pendukung dalam melakukan usaha budidaya jamur tiram berupa peralatan dan bahan yang digunakan untuk membantu selama proses produksi jamur tiram mulai dari penanaman hingga pascapanen. Peralatan atau bahan pendukung tersebut antara lain plastik (PE 0,002) berukuran 20 cm x 30 cm, cincin paralon, alkohol, pembakar bunsen, alat sterilisasi baglog berupa drum/oven/autoclave, termometer, barometer, sprinkle dengan nozle halus, fungisida (bila menggunakan plastik pengemas), dan vacuum sealer.



Dukungan Teknis : Rois Efendi - 0852 3875 5088


Baca Artikel Terkait
  • BUDIDAYA JAMUR TIRAM

    Usaha budidaya jamur tiram seringkali mengalami kegagalan karena teknik dan cara budidaya yang kurang benar. Meskipun gampang, perlu diperhatikan faktor-faktor seperti lingkungan, kebersihan, serta konsistensi selama perawatan. Jika faktor-faktor tersebut tidak bisa dipenuhi dengan baik maka hasilnya pun kurang optimal bahkan besar kemungkinan berpotensi mendatangkan kegagalan.Jamur tiram putih berwarna ...
  • EKOLOGI JAMUR KUPING

    A. Biologi dan Siklus Hidup Jamur Kuping - Jamur kuping memiliki tubuh buah mirip daun telinga manusia. Sebutan jamur kuping melekat pada jenis jamur yang memiliki tubuh buah (basidiocarp) mirip kuping (daun telinga). Di antara 65 spesies jamur kuping, ada tiga jenis jamur kuping yang biasa dikonsumsi sebagai makanan lezat dan dapat dibudidayakan, yakni (1) jamur kuping merah (Auricularia auricula Judae) ...
  • PEMBUATAN BIBIT JAMUR KUPING

    Bibit jamur kuping diproduksi melalui tahap-tahap pembiakan. Tahap pertama adalah pembiakan spora (basidiospora) yang dihasilkan oleh basidium. Tahap ini dilakukan melalui kultur jaringan dan hasil pembiakan pada tahap ini berupa benang-benang jamur (miselium) yang disebut turunan pertama (F1). Tahap kedua adalah pembiakan miselium F1. Pembiakan tahap ini merupakan perbanyakan miselium hasil pembiakan ...
  • BUDIDAYA JAMUR KUPING

    Budidaya Jamur Kuping - Jamur telah dikenal dan populer sebagai makanan lezat sejak abad XIV M. Jamur telah menjadi santapan spesial bagi pejabat negara saat dinasti Ming berkuasa di daratan China. Kelezatan dan rasa khas jamur tersebar di seluruh penjuru dunia sejak terbukanya perdagangan dan komunikasi penduduk antar-negara dan benua. Jamur telah menjadi hidangan favorit sekaligus bergengsi ...


JAMUR TIRAM

More aboutPERSIAPAN USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

MEMBUAT PUPUK ORGANIK (KOMPOS) CAIR DARI LIMBAH RUMAH TANGGA

Membuat kompos dari limbah atau sampah rumah tangga merupakan suatu upaya untuk mengurangi menumpuknya sampah yang dapat mencemari lingkungan. Teknologi yang diterapkan untuk membuatnya sangat mudah, yaitu dengan menggunakan suatu alat yang dapat mempercepat proses dekomposisi bahan-bahan organik dan memanfaatkan aktivitas dan peran mikroba dekomposer, sehingga dapat dihasilkan produk akhir yang bermanfaat. Dengan demikian, upaya pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang lebih berdayaguna dapat direalisasikan.

MEMBUAT PUPUK ORGANIK (KOMPOS) CAIR

Setiap orang tidak menginginkan tinggal di tempat yang banyak sampahnya, karena bau yang menyengat dari sampah membuat kita tidak merasa terganggu. Apalagi jika kesadaran masyarakat untuk mengurangi produksi sampah masih sangat rendah. Tentu saja hal ini membutuhkan suatu penanganan serta pembinaan yang serius.

Produksi sampah yang sangat tinggi merupakan suatu keniscayaan akibat pola konsumsi masyarakat yang cenderung untuk memilih produk-produk yang menghasilkan sampah. Pada saat yang sama juga diikuti dengan sitem penawaran barang dalam kemasan, sehingga berpotensi untuk menimbulkan sampah. Belum adanya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemisahan antara sampah organik dan sampah anorganik membuat pengelolaan sampah mengalami suatu kendala yang berarti. Sangat jarang warga yang menggunakan tempat sampah berbeda untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.

Pengelolaan sampah tidak bisa hanya menggantungkan peran pemerintah, tetapi juga dibutuhkan partisipasi masyarakat. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pengololaan sampah ini harus mulai ditumbuhkan. Dimulai dengan kesadaran untuk memisahkan sampah organik dan anorganik, sehingga dapat mengurangi dampak pencemaran sampah terhadap lingkungan. Selain untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan, pengelolaan sampah juga bertujuan untuk mengasilkan sesuatu yang lebih berdayaguna. Sampah-sampah anorganik bisa dikelola dengan teknologi daur ulang sehingg dapat menghasilkan berbagai macam barang yang bermanfaat. Sementara itu, sampah basah atau sampah organik bisa dikelola dan dimanfaatkan sebagai pupuk, bioetanol, biogas, maupun biodiesel.

Untuk mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk organik, maka pada artikel ini akan diuraikan bagaimana teknologi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat. Terutama mengenai teknik pengolahan sampah atau limbah rumah tangga menjadi kompos cair.

Peralatan Yang Dibutuhkan Untuk Membuat Kompos Cair

Peralatan utama yang dibuthkan untuk membuat kompos cari dengan bahan dasar sampah atau limbah rumah tangga ini sering disebut dengan istilah komposter. Komposter ini merupakan tempat dilakukannya proses dekomposisi yang biasanya terbuat dari tong sampah plastik atau kotak semen yang telah dimodifikasi sedemikian rupa dan dapat diletakkan baik di dalam maupun di luar ruangan. Jika komposter tersebut diletakkan di dalam ruangan, maka lubang udara yang dibuat sebaiknya disambung dengan pipa yang mengarah ke luar, sehingga bau menyengat yang ditimbulkan selama proses dekomposisi tidak menyebar ke dalam ruangan.

Komposter sebagai tempat melakukan proses dekomposisi bahan-bahan organik yang dimasukkan ke dalamnya, dengan bantuan mikroba aktifator kompos atau sering disebut sebagai mikroba dekomposer, dapat mengubah sampah atau limbah rumah tangga menjadi kompos hanya dalam waktu 10-12 hari. Mikroba dekomposer tersebut banyak dijual di pasaran, dengan berbagai merk, baik dalam bentuk ragi, bakteri, maupun fungi.
Komposter yang dibuat dengan dilengkapi instalasi udara di dalamnya akan mempercepat proses penguraian sampah atau limbah-limbah organik dengan suatu proses dekomposisi yang dilakukan secara aerob. Instalasi udara di dalam komposter selain berfungsi sebagai penyuplai oksigen, juga berfungsi sebagai pengatur kelembaban dan suhu di dalam komposter, sehingga aktivitas mikroba dekomposer yang dimasukkan ke dalamnya dapat bekerja dengan baik. Dengan teknik dekomposisi menggunakan komposter ini, proses pengambilan lindi atau air sampah dapat dilakukan dengan mudah, karena komposter didesain agar dapat memisahkan antara kompos pada dan kompos cair. Bagaimana membuat komposter yang dapat berfungsi sebagai wadah pengomposan ini? Berikut ini kami uraikan secara sederhana langkah-langkah pembuatn komposter.

Alat Dan Baham Pembuatan Komposter

  1. Tong plastik bekas ukuran 20 liter, 1 buah
  2. Pipa paralon ukuran panjang 13 cm dengan diameteri 1 inchi, 2 buah
  3. Pipa paralon ukuran panjang 10 cm dengan diameteri 1 inchi, 1 buah
  4. Pipa paralon ukuran panjang 9 cm dengan diameteri 1 inchi, 1 buah
  5. Sambungan pipa berbentuk T, 1 buah
  6. Sambungan pipa berbentuk L, 1 buah
  7. Kran plastik, 1 buah
  8. Kasa Plastik>
  9. Lem PVC
  10. Meteran
  11. Bor
  12. Pemotong pipa, bisa menggunakan gergaji>
  13. Pipa besi berukuran 1 inchi

Cara Membuat Kompos Cair

  1. Buat dua lubang udara menggunakan pipa besi yang dipanaskan di sisi kanan dan kiri tong plastik, atau pada sisi yang berseberangan, dengan diameter disesuaikan dengan diameter pipa paralon.
  2. Buat satu lubang lagi yang terletak kurang lebih 10 cm di bawah lubang pertama menggunakan pipa besi yang dipanaskan. Diameter lubang disesuaikan dengan diameter pipa paralon, sedangkan posisi lubang bisa terletak pada sisi diantara dua lubang di atas.
  3. Buat lubang-lubang kecil menggunakan bor di badan pipa paralon berukuran 13 cm dan 10 cm. Bungkus lubang-lubang kecil tersebut menggunakan kasa plastik dengan rapi.
  4. Langkah selanjutnya adalah pemasangan instalasi udara di dalam komposter, dimulai dengan memasang kedua pipa paralon berukuran 13 cm pada lubang kanan dan kiri tong plastik. Kedua pipa paralon tersebut dimasukkan dari arah dalam tong plastik hingga keluar sekitar 3 cm dari dinding tong plastik sehingga panjang pipa paralon di bagian dalam sekitar 10 cm.
  5. Kedua ujung pipa paralon yang mencuat keluar tong plasting ditutup dengan kasa plastik. Cara penutupannya dengan memberikan lem PVC di ujung pipa dan tempelkan kasa plastik tersebut dengan rapi.
  6. Kedua pipa berukuran 13 cm yang berada pada sisi bagian dalam tong plastik disambung dengan sambungan pipa berbentuk T dengan salah satu kaki sambungan pipa menghadap ke bawah.
  7. Dari kaki sambungan pipa berbentuk T yang menghadap ke bawah tersebut disambung dengan pipa paralon berukuran 10 cm.
  8. Kemudian pada ujung bagian bawah pipa paralon berukuran 10 cm tersebut disambung dengan sambungan pipa berbentuk L dengan salah satu ujung sambungan pipa berbentuk L tersebut menghadap ke lubang ketiga.
  9. Dari sambungan pipa berbentuk L disambung pipa paralon berukuran 9 cm mengarah ke lubang ketiga, kemudian sambungkan dengan kran plastik dari bagian luar.
Demikian pembuatan komposter telah selesai dan siap digunakan. Teknik tersebut bisa diaplikasikan untuk pembuatan komposter kapasitas besar, tinggal ukuran pipa paralon untuk instalasi udara yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Teknik Pengomposan

Seperti diuraikan di atas, alat yang dibutuhkan untuk membuat pupuk organik cari adalah komposter. Komposter ini merupakan alat yang bisa digunakan untuk mengolah semua jenis limbah organik rumah tangga menjadi kompos baik dalam bentuk padat maupun cair. Jadi semua sampah yang tergolong limbah organik bisa digunakan sebagai bahan, seperti sisa sayur, buah, sisa makanan, sisa dapur, bahkan limbah organik dari kebun.

Semua bahan dirajang atau dicincang terlebih dahulu agar proses dekomposisinya lebih cepat dan sempurna. Selain itu potongan yang kecil-kecil bisa memaksimalkan kapasitas atau daya tampung komposter. Siapkan bio aktivator atau mikroba dekomposer untuk membantu proses penguraian bahan-bahan organik, sehingga proses dekomposisi dapat berlangsung lebih cepat. Agar mikroba dekomposer dapat bekerja lebih optimal, sebaiknya ditambahkan air cucian beras dan gula merah untuk menambah energi mikroba dekomposer tersebut. Larutkan mikroba dekomposer dengan 1 liter air. Konsentrasi larutan sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan produk mikroba dekomposer yang digunakan. Setiap merk dagang memiliki rujukan yang berbeda-beda dalam penetapan standar larutan. Masukkan semua bahan ke dalam komposter yang sudah disiapkan sedikit demi sedikit sambil disiram larutan mikroba dekomposer, sehingga pemberian aktivator bisa merata keseluruh bahan. Setelah semua bahan dimasukkan lalu tutup rapat-rapat komposter tersebut.

Pada awal pemakaian komposter baru bisa menghasilkan air lindi atau kompos cair dalam waktu dua minggu. Selanjutnya pengambilan lindi dapat dilakukan dalam waktu 2-3 hari sesuai kebutuhan. Pengambilan air lindi hanya sebatas kran, karena air lindi di bawah kran dibiarkan saja untuk membantu proses dekomposisi. Air lindi tersebut sudah banyak mengandung mikroba aktivator sehingga dapat digunakan untuk melakukan pengomposan.

Air lindi yang sudah diambil sebaiknya dicampur lagi dengan mikroba dekomposer agar kandungan mikrobanya lebih banyak. Berikan 10 ml mikroba dekomposer per liter air lindi. Diamkan selama 2-3 hari, setelah itu pupuk organik cair siap untuk diaplikasikan. Pupuk organik cair tersebut bisa disimpan selama 1-2 bulan.

Setelah proses pengomposan awal berjalan, selanjutnya sampah atau limbah organik bisa dimasukkan setiap hari ke dalam komposter. Jika komposter sudah penuh, maka kompos padat, merupakan pupuk organik padat, yang berada di dalam komposter bisa diambil sesuai dengan jumlah sampah atau limbah organik yang akan dimasukkan.

Selamat mencoba!
More aboutMEMBUAT PUPUK ORGANIK (KOMPOS) CAIR DARI LIMBAH RUMAH TANGGA